Laporan: Shodiq
KAB.SEMARANG, HARIAN7.COM – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Ngasinan, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, menghadirkan persaingan yang tidak biasa. Petahana Habib Sudarmono harus berhadapan langsung dengan istrinya sendiri, Suwarni, dalam kontestasi pemilihan kepala desa tersebut.
Kembali maju sebagai bakal calon kepala desa, Habib membawa sejumlah target pembangunan yang ingin dilanjutkan apabila kembali mendapat kepercayaan masyarakat. Salah satunya mendorong Desa Ngasinan naik status dari Desa Maju menjadi Desa Mandiri.
Habib mengatakan, keputusannya kembali maju tidak terlepas dari aspirasi sejumlah tokoh masyarakat. Ia mengaku masih memiliki tanggung jawab untuk menuntaskan sejumlah program pembangunan yang belum sepenuhnya terealisasi pada periode sebelumnya.
“Visi misi saya adalah melanjutkan apa yang sudah berjalan. Dahulu Ngasinan berawal dari desa berkembang, sekarang Indeks Desa Membangun (IDM) menunjukkan kita sudah masuk kategori Desa Maju. Harapan masyarakat ke depan, Desa Ngasinan harus bisa menembus level tertinggi, yaitu Desa Mandiri,” ujar Habib saat ditemui di kediamannya, Rabu (4/11/2026).
Untuk mencapai target tersebut, Habib menyebut pembangunan infrastruktur, penguatan ketahanan pangan, serta pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tetap menjadi prioritas.
Salah satu program yang telah berjalan adalah pengembangan perkebunan buah durian dan alpukat. Program tersebut diharapkan tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga membuka peluang peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes).
Selain itu, pemerintah desa juga melakukan pembinaan terhadap pelaku UMKM lokal. Sejumlah produk yang dikembangkan masyarakat di antaranya susu kedelai dan berbagai makanan ringan khas setempat.
Menurut Habib, arah pembangunan ke depan tetap mengacu pada hasil musyawarah desa yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes).
Ia menegaskan, berbagai program dan inovasi nantinya perlu disinergikan dengan kebutuhan masyarakat agar penggunaan anggaran desa memberikan manfaat nyata.
Menjelang pelaksanaan pemungutan suara, Habib juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pengurus RT, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), hingga lembaga desa lainnya, untuk bersama-sama menjaga kondusivitas.
“Saya mengimbau warga menggunakan hak suaranya dengan baik secara demokratis. Kita harus menjaga martabat desa, menjaga ketenteraman, dan kekeluargaan agar Pilkades ini berjalan damai,” katanya.
Diperebutkan 1.582 Pemilih
Pilkades Ngasinan kali ini diikuti dua bakal calon kepala desa. Habib Sudarmono maju sebagai kandidat nomor urut satu, sedangkan istrinya, Suwarni, menjadi kandidat nomor urut dua.
Berdasarkan Data Pemilih Sementara (DPS), terdapat 1.582 pemilih yang tersebar di enam dusun di Desa Ngasinan. Mereka nantinya akan menentukan siapa yang mendapat kepercayaan untuk memimpin desa tersebut.
Di tengah dinamika pencalonan, sejumlah warga yang ditemui di lokasi menyampaikan pandangan positif terhadap kepemimpinan Habib selama menjabat sebagai kepala desa.
Mereka menilai Habib sebagai sosok yang jujur dan perhatian terhadap masyarakat. Warga juga menyebut Habib dinilai mudah ditemui dan bersedia melayani ketika dibutuhkan.
Meski demikian, keputusan akhir tetap berada di tangan masyarakat melalui proses pemungutan suara dalam Pilkades Ngasinan.









Tinggalkan Balasan