Laporan: Muhamad Nuraeni

GROBOGAN | HARIAN7.COM – Bengkel otomotif bisa menjadi pintu masuk menuju kemandirian ekonomi. Hal itulah yang coba dibangun Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Purwodadi melalui program pembinaan kemandirian bidang otomotif, perakitan, dan pengecatan motor.

Di balik tembok lapas, warga binaan tidak hanya belajar memperbaiki kendaraan. Mereka juga diperkenalkan pada keterampilan yang memiliki nilai ekonomi dan dapat dikembangkan menjadi pekerjaan maupun usaha setelah kembali ke masyarakat.

Dalam program tersebut, warga binaan terlibat langsung mengerjakan berbagai tahapan pekerjaan otomotif. Mulai dari membongkar dan memasang komponen, melakukan perawatan dan perbaikan, hingga mengerjakan bagian bodi serta pengecatan sepeda motor.

Keterampilan seperti itu memiliki peluang cukup luas. Sepeda motor merupakan kendaraan yang banyak digunakan masyarakat sehingga kebutuhan terhadap jasa perawatan, perbaikan, maupun pengecatan kendaraan terus ada.

Karena itu, kemampuan yang diperoleh warga binaan diharapkan tidak berhenti sebagai keterampilan teknis. Bekal tersebut dapat dikembangkan menjadi modal untuk bekerja di bengkel, menjadi tenaga terampil, atau membuka usaha jasa otomotif secara mandiri.

Kepala Lapas Kelas IIB Purwodadi Erik Murdiyanto mengatakan, pembinaan kemandirian diarahkan agar keterampilan yang diperoleh warga binaan benar-benar memiliki manfaat ekonomi ketika mereka telah selesai menjalani masa pidana.

“Kami terus mendorong agar warga binaan mendapatkan keterampilan yang benar-benar bermanfaat dan dapat dikembangkan setelah selesai menjalani masa pidana,” ujar Erik, Minggu (4/10/2026).

Menurut Erik, pembinaan otomotif juga menjadi kesempatan bagi warga binaan untuk mendapatkan pengalaman kerja secara langsung. Proses pengerjaan kendaraan menuntut ketelitian, kedisiplinan, keselamatan kerja, serta rasa tanggung jawab.

“Melalui pembinaan bidang otomotif, perakitan dan pengecatan motor ini, kami berharap mereka memiliki kompetensi, pengalaman, serta kepercayaan diri untuk menjadi pribadi yang lebih mandiri dan produktif,” katanya.

Keterampilan yang Bisa Jadi Modal Usaha

Dari sisi ekonomi, keterampilan otomotif mempunyai keunggulan karena dapat dikembangkan secara bertahap. Seseorang tidak harus langsung memiliki bengkel besar untuk memulai usaha.

Kemampuan melakukan servis ringan, memperbaiki komponen tertentu, merakit kendaraan, atau mengecat bodi motor dapat menjadi dasar untuk membuka jasa secara mandiri dengan skala sesuai kemampuan.

Model usaha tersebut juga memungkinkan keterampilan berkembang seiring bertambahnya pengalaman dan pelanggan.

Lapas Purwodadi berharap program pembinaan kemandirian dapat memberikan lebih dari sekadar sertifikat atau pengalaman selama berada di lapas. Yang dibidik adalah kemampuan praktis yang bisa menghasilkan nilai tambah ketika warga binaan kembali ke lingkungan masing-masing.

Dengan demikian, aktivitas perakitan dan pengecatan motor di dalam lapas memiliki tujuan yang lebih jauh. Bukan sekadar membuat kendaraan kembali layak digunakan atau tampil lebih menarik, tetapi membangun keterampilan yang bisa berubah menjadi sumber penghasilan.

Bagi warga binaan, keterampilan otomotif itu bisa menjadi salah satu modal untuk membuka lembaran baru: dari belajar di bengkel lapas, kemudian mencoba mencari penghasilan dari keahlian yang telah dikuasai.(*)