Pewarta : Rusmono|Kaperwil Jateng
CILACAP | HARIAN7. COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cilacap menggelar Rapat Evaluasi Percepatan Pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi masyarakat, Jum’at (02/10/2026) di Aula Pendopo Wijaya Kusuma Cakti, Kabupaten Cilacap.
Kegiatan evaluasi ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap, Hasanuddin, dan diikuti dengan tujuan utamanya adalah untuk deteksi dini penyakit tidak menular maupun menular, seperti hipertensi, diabetes, dan Tuberkulosis (TB).
Kepala Dinkes Cilacap, Hasanuddin mengatakan, bahwa evaluasi dan percepatan ini merupakan langkah strategis mengingat CKG adalah program prioritas pemerintah.
“Harapannya, dengan CKG yang dilaksanakan setiap tahun, masyarakat dapat terdeteksi lebih dini apabila ada gejala penyakit. Temuan ini akan segera diantisipasi dan ditindaklanjuti, baik melalui pemeriksaan lanjutan di puskesmas, laboratorium, elektrokardiogram (EKG), hingga rujukan ke rumah sakit untuk tata laksana klinis yang lebih komprehensif. Ini semua dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat untuk menyongsong Indonesia Emas tahun 2045,” ujarnya.
Berdasarkan hasil evaluasi, dari sejumlah puskesmas di Kabupaten Cilacap, tercatat sudah ada 9 puskesmas yang berhasil melampaui target 54 persen. Sebagian lainnya berada pada jalur yang tepat (on the track), meski ada pula yang masih perlu dikejar. Menyikapi hal ini, Dinkes PPKB menekankan pentingnya strategi dan kolaborasi lintas sektor.
“CKG bukan hanya tugas Dinas Kesehatan. Kami menggandeng Dinas Pendidikan untuk menggerakkan sasaran di institusi pendidikan, Disdukcapil untuk memastikan sinkronisasi NIK saat input data, Disnakerin untuk pendekatan berbasis industri, serta Kementerian Agama untuk menjangkau pondok pesantren. Rumah sakit, camat, hingga kepala desa juga kami libatkan sebagai aktor penggerak masyarakat,” jelasnya.
Hasil CKG tidak berhenti pada tahap pemeriksaan saja. Dinkes PPKB Cilacap akan menganalisis data untuk memetakan potensi penyakit di masyarakat. Saat ini, kasus hipertensi dan diabetes masih tercatat cukup tinggi, sehingga edukasi pola hidup sehat, pemeriksaan lanjutan, dan pengobatan menjadi fokus utama agar kondisi pasien tidak bertambah parah.
Selain CKG umum, percepatan penemuan kasus Tuberkulosis (TB) juga menjadi prioritas utama. Tahun ini, Kabupaten Cilacap menargetkan penemuan 6.261 kasus baru TB. Hingga minggu ke-39, target tersebut telah terpenuhi sebesar 76,95 persen dengan ditemukannya 4.818 pasien baru.
Dari jumlah pasien yang ditemukan, sebanyak 4.615 orang atau 96,95 persen telah memulai pengobatan. Angka ini secara membanggakan melampaui target minimal nasional yakni 95 persen.
“Penemuan kasus harus diikuti dengan pengobatan. Kami terus mengedukasi pasien agar disiplin berobat. Ini adalah langkah nyata mendukung target Indonesia Bebas TB pada tahun 2030,” tambah Hasanuddin.
Untuk mendukung upaya tersebut, Pemkab Cilacap telah menyediakan dua alat X-Ray mobile di RSUD Cilacap dan RSUD Majenang. Kedua alat ini telah dijadwalkan operasionalnya untuk menjangkau pelaksanaan screening TB atau Active Case Finding (ACF) hingga akhir tahun.
Dukungan juga datang dari program Kapolda Jawa Tengah “Polda Jateng Berantas TB Paru”, di mana jajaran Bhabinkamtibmas dilibatkan untuk membantu skrining, mengawal pengobatan, serta memastikan terapi bagi kontak erat berjalan optimal.
Komitmen dan kerja keras Pemkab Cilacap dalam penanganan TB pun membuahkan hasil menggembirakan. Dalam pelaksanaan Rapat Koordinasi (Rakor) Evaluasi Penanganan TBC di Jawa Tengah awal pekan ini di Kabupaten Karanganyar, Pemkab Cilacap meraih dua penghargaan bergengsi dari Gubernur Jawa Tengah dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.
Kabupaten Cilacap dinobatkan sebagai Terbaik Pertama dalam Implementasi PPM (Public Private Mix) atas kolaborasi yang baik dan keterlibatan sektor swasta (RS Swasta, Klinik, dan Praktek Mandiri Dokter) dalam penanganan TBC. Selain itu, Cilacap juga meraih penghargaan sebagai Terbaik Ketiga dalam Capaian penanganan TBC di tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Dengan sinergi lintas sektor yang solid, Dinkes PPKB Kabupaten Cilacap optimistis target 54 persen cakupan CKG dan target penemuan kasus TB tahun ini dapat tercapai, guna mewujudkan masyarakat Cilacap yang lebih sehat, produktif, dan tangguh.
“Hingga minggu ke-39 tahun ini, cakupan CKG telah mencapai 45,06 persen. Angka ini terus didorong secara masif untuk memenuhi target minimal 54 persen dari total jumlah penduduk sebelum akhir tahun,” pungkas Hasanuddin. (*)









Tinggalkan Balasan