Laporan: Muhamad Nuraeni

SALATIGA | HARIAN7.COM – Aroma bumbu dan masakan Jawa menyambut siapa pun yang datang ke Warung Murah Berkah di Jalan Nakula Sadewa Nomor 9, Dukuh, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, Jawa Tengah.

Warung sederhana milik Haryani (55) itu menawarkan beragam masakan rumahan dengan harga yang relatif ramah di kantong.

Salah satu menu yang menjadi daya tarik adalah kepala manyung dan mangut. Bagi pelanggan, dua menu tersebut bukan sekadar lauk pendamping nasi, tetapi alasan untuk kembali datang.

“Spesialnya kepala manyung sama mangut,” kata Haryani saat ditemui harian7.com, Kamis (17/9/2026).

Menariknya, harga makanan di warung tersebut dimulai dari kisaran Rp 5.000. Untuk menu ramesan, pelanggan dapat menikmati seporsi lauk dan sayuran dengan harga sekitar Rp 10.000.

Pilihan lauknya cukup beragam. Ramesan dengan telur dibanderol sekitar Rp 8.000, sedangkan menggunakan paha ayam atau lele sekitar Rp 10.000.

Untuk porsi kepala manyung, harga menu berkisar Rp 25.000 hingga Rp 40.000, tergantung ukuran dan pilihan lauk yang diambil.

“Yang paling besar Rp 35.000 sampai Rp 40.000. Kalau yang kecil sekitar Rp 25.000,” ujar Haryani.

Bukan Sekadar Murah

Warung tersebut mulai beroperasi sekitar dua tahun lalu. Nama “Murah Berkah” pun bukan sekadar strategi menarik pelanggan.

Haryani mengatakan, warung itu memang dibangun dengan semangat menyediakan makanan yang tetap bisa dijangkau masyarakat dengan kondisi ekonomi berbeda.

Menurut dia, pelanggan yang hanya memiliki uang Rp 5.000 atau Rp 7.000 tetap boleh makan di warungnya.

“Pokoknya mencari keberkahan. Murah berkah. Orang yang tidak punya uang boleh, punya Rp 5.000 boleh, Rp 7.000 boleh,” katanya.

Dengan harga ramesan sekitar Rp 10.000, Haryani mengaku keuntungan yang diperoleh memang tidak besar. Namun, menurut dia, yang penting usaha tersebut tetap dapat berjalan sekaligus menjadi ruang untuk berbagi.

“Masih bisa nutup. Meskipun banyak bersedekah, ya tambah rezeki,” ujarnya.

Mangut dengan Aroma Kencur

Salah satu rahasia yang membuat pelanggan menyukai mangut di Warung Murah Berkah adalah penggunaan rempah yang cukup kuat.

Haryani menyebut kencur dan daun jeruk menjadi bagian penting dalam racikan bumbunya.

Menurut dia, aroma kencur yang berpadu dengan daun jeruk membuat mangut memiliki karakter rasa dan aroma yang khas.

“Wangi kencur sama daun jeruk. Itu yang membuat wangi,” katanya.

Untuk menghasilkan mangut kepala ikan yang tidak amis, prosesnya juga tidak dilakukan secara terburu-buru.

Kepala manyung yang diperoleh dari pasar terlebih dahulu dicuci dan direbus sebelum dimasak menggunakan bumbu.

“Dari pasar saya proses dulu. Saya godok dulu, saya cuci dulu sampai tidak berbau amis,” ujar Haryani.

Proses tersebut membutuhkan waktu sekitar dua jam hingga bahan siap diolah.

Setiap hari, warung ini dapat menghabiskan sekitar 30 sampai 40 kepala manyung berukuran besar. Sementara bahan mangut untuk ukuran kecil bisa mencapai sekitar lima kilogram per hari.

80-100 Porsi Sehari

Warung Murah Berkah biasanya mulai buka sekitar pukul 06.30 WIB. Namun, pelanggan tidak bisa terlalu santai jika ingin mendapatkan menu lengkap.

Pasalnya, makanan kerap habis sekitar pukul 13.00-14.00 WIB.

Dalam sehari, Haryani memperkirakan warungnya melayani sekitar 80 hingga 100 porsi.

Pelanggan yang datang pun beragam, mulai dari mahasiswa hingga ibu rumah tangga, pekerja dan lainya.

Salah satu pelanggan, Galang Pramudita Syarifuddin, mengaku cukup sering makan siang di warung tersebut.

Alasannya sederhana: harga terjangkau, pilihan menu banyak, dan rasa masakannya sesuai selera.

“Mulai dari Rp 10.000 sudah bisa makan kenyang dan enak,” kata Galang.

Menu favoritnya adalah kepala manyung atau ikan asap.

Menurut Galang, rasa gurih dan penggunaan rempah yang kuat membuat menu tersebut berbeda dari lauk biasa.

“Rempahnya kuat, berasa,” ujarnya.

Selain kepala manyung, Galang juga menyukai pilihan sayuran seperti terong balado dan sayur kacang tempe.

Pelanggan Lama Kembali Lagi

Hal serupa disampaikan Erna, warga Salatiga yang mengaku sudah lama menjadi pelanggan.

Ia sengaja kembali ke Warung Murah Berkah setelah sempat tidak datang karena libur Lebaran.

Menurut Erna, kepala manyung menjadi salah satu menu yang membuatnya terus kembali.

“Rasanya enak. Saya sudah lama langganan di sini. Dulu waktu lebaran kan libur pernah kesini dan baru kali ini ke sini lagi,” kata Erna.

Bukan hanya kepala manyung yang menjadi favoritnya. Ia juga menyukai telur balado dan berbagai masakan lainnya.

“Masakannya semuanya enak, khas,” ujarnya.

Pada akhirnya, Warung Murah Berkah menawarkan sesuatu yang lebih dari sekadar makan murah.

Di tengah pilihan tempat makan yang semakin beragam, warung milik Haryani justru mempertahankan konsep sederhana: masakan Jawa, harga bersahabat, porsi mengenyangkan, dan ruang bagi siapa saja untuk makan sesuai kemampuan.

Kepala manyung dan mangut mungkin menjadi pemancing pelanggan datang. Namun, bagi Haryani, keberkahan adalah alasan utama warung itu tetap dipertahankan.