Laporan: Muhamad Nuraeni

BOYOLALI | HARIAN7.COM – Musim kemarau membuat sejumlah wilayah di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Kondisi tersebut mendorong Pengurus Cabang (PC) Gerakan Pemuda Ansor Boyolali bersama Pimpinan Anak Cabang (PAC) Koordinator Daerah Utara menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak.

Lebih dari 15.000 liter air bersih telah didistribusikan secara bertahap ke sejumlah desa di wilayah Boyolali bagian utara sejak beberapa hari terakhir hingga Jumat (11/9/2026).

Bantuan tersebut menyasar warga di tiga kecamatan, yakni Juwangi, Wonosamudro, dan Wonosegoro. Pada Jumat, distribusi juga diperluas ke Kecamatan Kemusu.

Ketua PC Ansor Boyolali Eko Sumadi mengatakan, bantuan sebelumnya telah disalurkan ke sejumlah desa di tiga kecamatan yang mengalami dampak kekeringan.

“Untuk kemarin kita sudah suplai air bersih ke tiga kecamatan terdampak kekeringan, yaitu Kecamatan Juwangi, Wonosamudro dan Wonosegoro,” kata Eko, Jumat.

Di Kecamatan Juwangi, distribusi dilakukan di Desa Sambeng, Ngaren, dan Kalimati. Sementara di Kecamatan Wonosamudro, bantuan diberikan kepada warga Desa Bercak, Garangan, Bengle, Gunungsari, dan Ngablak.

Adapun di Kecamatan Wonosegoro, bantuan air bersih disalurkan ke Desa Guwo, Kliyo, dan Bogor.

Distribusi air dilakukan hingga puluhan titik

Menurut Eko, pendistribusian air bersih pada Jumat dilakukan dalam empat kali perjalanan atau trip.

Trip pertama menuju Kecamatan Juwangi dengan sasaran tujuh titik. Trip kedua menuju Kecamatan Wonosamudro dengan tujuh titik.

Selanjutnya, trip ketiga diarahkan ke Kecamatan Wonosegoro dengan tujuh titik, sedangkan trip keempat menuju Kecamatan Kemusu dengan sasaran enam titik.

Sebanyak tujuh armada dikerahkan dalam kegiatan tersebut. Enam armada masing-masing memiliki kapasitas 12.000 liter, sedangkan satu armada memiliki kapasitas 3.000 liter.

“Harapan kami air bersih ini dapat membantu warga yang membutuhkan. Selain itu, terima kasih kepada semua sahabat yang telah meluangkan waktu untuk membantu sesama,” ujar Eko.

11 kecamatan terdampak kekeringan

Bantuan dari berbagai pihak menjadi penting karena dampak kekeringan di Boyolali cukup luas.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Boyolali Ery Purwo Nugroho mengatakan, dari 22 kecamatan di Kabupaten Boyolali, terdapat 11 kecamatan yang terdampak kekeringan cukup parah pada musim kemarau tahun ini.

“Untuk musim kemarau tahun ini ada 11 kecamatan yang terdampak kekeringan paling parah dari 22 kecamatan di Boyolali,” kata Ery, Jumat.

Menurut dia, distribusi air bersih yang dilakukan berbagai pihak, termasuk organisasi masyarakat, turut membantu meringankan kebutuhan warga di wilayah terdampak.

“Bantuan droping air bersih dari berbagai pihak selain dari BPBD Boyolali tentu sangat membantu warga yang terdampak,” ujarnya.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan kekeringan tidak hanya berkaitan dengan berkurangnya air untuk kebutuhan sehari-hari. Bagi warga di wilayah terdampak, ketersediaan air bersih menyangkut kebutuhan dasar seperti minum, memasak, mandi, dan menjaga kebersihan lingkungan.

Karena itu, distribusi air bersih selama musim kemarau menjadi salah satu bentuk penanganan darurat, sembari diperlukan langkah jangka panjang untuk memperkuat ketersediaan sumber air di wilayah yang berulang kali mengalami kekeringan.