Laporan: Muhamad Nuraeni
SALATIGA | HARIAN7.COM – Kebakaran menjadi salah satu ancaman yang terus diwaspadai Pemerintah Kota Salatiga. Berada di kawasan dengan permukiman padat, pusat ekonomi, pendidikan, hingga industri, Kota Salatiga memiliki potensi risiko kebakaran yang membutuhkan penanganan terpadu.
Untuk memperkuat upaya pencegahan, Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Kota Salatiga menghadirkan inovasi SIGAP KITA (Sistem Mitigasi Pencegahan Kebakaran Terintegrasi).
Kabid Damkar Satpol PP Kota Salatiga, Ponco Margono Hasan, mengatakan penanganan kebakaran tidak bisa hanya mengandalkan kecepatan petugas saat api sudah membesar. Menurut dia, pencegahan dan keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam mengurangi risiko kebakaran.
“Pencegahan harus dimulai dari lingkungan terkecil. Masyarakat harus memiliki pengetahuan dan kesiapsiagaan ketika menghadapi potensi kebakaran,” ujar Ponco kepada harian7.com, Rabu (9/9/2026).
Ia menjelaskan, SIGAP KITA mengusung konsep kolaborasi dengan berbagai pihak serta pemanfaatan digitalisasi untuk memperkuat partisipasi publik, pemberdayaan masyarakat, dan mempercepat respons dalam pencegahan maupun penanganan kebakaran.
Menurut Ponco, sejumlah tantangan masih menjadi pekerjaan rumah dalam upaya pengendalian kebakaran. Di antaranya rendahnya pemberdayaan masyarakat, sinergi lintas sektor yang belum maksimal, keterbatasan sumber daya manusia, sarana prasarana, hingga dukungan anggaran.
“Ketika masyarakat sudah memahami langkah pencegahan dan memiliki kepedulian, maka waktu penanganan bisa lebih cepat dan potensi kerugian dapat ditekan,” katanya.
Melalui program tersebut, Damkar Salatiga menargetkan terbentuknya ketahanan kota terhadap bencana kebakaran, khususnya di kawasan padat penduduk, pusat ekonomi, dan kawasan industri. Program ini juga diarahkan untuk memangkas waktu tanggap darurat serta mengurangi risiko kerugian maupun korban jiwa.
Ponco berharap SIGAP KITA tidak hanya menjadi program milik Damkar, tetapi menjadi gerakan bersama antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan berbagai elemen lainnya.
“Keselamatan dari ancaman kebakaran adalah tanggung jawab bersama. Semakin banyak pihak yang terlibat, semakin kuat sistem perlindungan Kota Salatiga,” pungkasnya.









Tinggalkan Balasan