BATANG, HARIAN7. COM – Sebanyak 135 pereli nasional dan mancanegara bakal menguji nyali di lintasan sepanjang 5,5 kilometer yang dipenuhi tikungan tajam, tanjakan, turunan, hingga kontur bebatuan dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Sprint Rally 2026 Putaran 4 Bintang Automotive di KEK Industropolis Batang, Jawa Tengah.
Bukan sekadar adu cepat, ajang yang digelar 26-27 September 2026 itu diproyeksikan menjadi magnet baru sport tourism sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat Kabupaten Batang.
Pembina Bintang Automotive, Irjen Pol Agus Suryo, mengatakan lintasan di KEK Industropolis Batang memiliki karakter yang menantang. Para pereli dituntut memiliki kemampuan teknis dan konsentrasi tinggi untuk menaklukkan setiap tikungan dan perubahan kontur lintasan.
“Lintasan kali ini boleh dibilang cukup sulit dan dibutuhkan skill yang tinggi untuk menaklukkannya meski kontur tanahnya bagus. Tikungan-tikungan tajam, jalan menanjak dan menurun bisa jadi ancaman bagi pereli,” kata Agus usai mengecek lintasan Sprint Rally di KEK Industropolis Batang, Jumat (11/9/2026).
Menurut dia, sebanyak 135 pereli dari Indonesia dan sejumlah negara, di antaranya Malaysia dan Thailand, akan ambil bagian dalam Kejurnas Sprint Rally Putaran 4. Mereka akan bersaing dalam 15 kelas yang diperlombakan.
Lintasan tersebut memiliki panjang 5,5 kilometer dengan jarak tempuh 5,3 kilometer. Sejumlah nama besar otomotif nasional dijadwalkan ambil bagian, termasuk juara bertahan Ryan Nirwan, Rifat Sungkar, Triana Dewi Seroja, serta pereli muda Patricia Revalina.
Agus mengatakan pemilihan KEK Industropolis Batang sebagai arena balap bukan tanpa alasan. Kawasan industri tersebut dinilai memiliki lanskap yang menarik karena berada di antara kawasan industri, laut, dan pegunungan.
“KEK Industropolis Batang memang memiliki pemandangan yang bagus. Meski banyak bangunan pabrik, kita juga disuguhkan view laut dan pegunungan,” ujarnya.
Karakter tersebut, lanjut Agus, membuka peluang untuk mengembangkan kawasan industri tidak hanya sebagai pusat investasi dan manufaktur, tetapi juga sebagai destinasi olahraga dan pariwisata.
“Harapan kami event ini bisa sukses, lancar, dan yang terpenting keselamatan harus diutamakan,” katanya.
Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Tengah, Syurya Deta Syafrie, mengatakan, penunjukan KITB sebagai lokasi Kejurnas Sprint Rally 2026 Putaran IV merupakan bagian dari arahan dan masukan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi untuk mengembangkan sport tourism di Jawa Tengah.
Menurutnya, Pemprov Jateng menargetkan pengembangan sport tourism mulai direalisasikan sebelum 2027. Hal itu menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan KITB sebagai lokasi penyelenggaraan putaran keempat Kejurnas Sprint Rally 2026.
“Ini bagian dari upaya kita untuk mengembangkan sport tourism di Jawa Tengah. Saat audiensi, Pak Gubernur memberikan arahan bahwa sebelum 2027, kita sudah harus mulai mengembangkan sport tourism di Jateng. Karena itu, Putaran IV ini kita gelar di KITB,” ujarnya.
Ia menambahkan, penyelenggaraan Kejurnas Sprint Rally tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah maupun Pemerintah Kabupaten Batang.
Bupati Batang, Faiz Kurniawan, mengatakan, Pemkab Batang memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Kejurnas Sprint Rally tersebut.
Menurut dia, kehadiran event berskala nasional dan internasional dapat memberikan efek berantai bagi perekonomian daerah. Mobilitas pereli, kru, penonton, dan wisatawan berpotensi meningkatkan aktivitas sektor perhotelan, kuliner, transportasi hingga UMKM.
“Alhamdulillah Kabupaten Batang dipercaya lagi sebagai tempat digelarnya Kejurnas Sprint Rally Putaran 4. Kita siap men-support apa pun yang dibutuhkan dan segala hal yang memang bisa membuat kegiatan tersebut sukses,” kata Faiz.
Ia berharap penyelenggaraan Kejurnas Sprint Rally tidak berhenti sebagai agenda olahraga sesaat, tetapi menjadi pintu masuk pengembangan destinasi wisata baru di Batang.
“Tentunya kita harapkan kegiatan ini bisa sukses dan men-trigger menjadi tourism baru di Kabupaten Batang. Dampaknya akan luar biasa bagi ekonomi dan pariwisata,” ujarnya.
Lebih jauh, Faiz berharap ke depan Batang memiliki sirkuit permanen sehingga event otomotif berskala nasional dapat digelar secara berkelanjutan.
“Ke depannya kita berharap ada sirkuit permanen yang bisa digunakan lagi sehingga kegiatan seperti ini akan berkelanjutan,” katanya.
Tantangan lintasan juga dirasakan langsung pereli nasional Triana Dewi Seroja. Setelah mencoba trek, ia menilai karakter lintasan Batang berbeda dibandingkan sejumlah gelaran sebelumnya.
Banyaknya tikungan tajam dan permukaan tanah berbatu membuat pereli harus ekstra waspada. Menurutnya, panjang lintasan juga menjadi salah satu tantangan utama dalam putaran kali ini.
“Ini tadi saya coba trek lintasannya yang panjangnya 5,5 kilometer dengan banyak tikungan tajam dan tanah yang berbatuan. Kami akan butuh skill yang tinggi untuk menaklukkannya,” kata Triana.
Ia bahkan menyebut lintasan di Batang sebagai salah satu trek terpanjang dalam rangkaian Kejurnas Sprint Rally.
“Kejurnas kali ini pokoknya gila banget dan asyik banget, karena ini baru pertama kalinya lintasannya panjang. Memang beda dengan event-event sebelumnya. Pokoknya skill harus tinggi,” ujarnya.
Kejurnas Sprint Rally 2026 Putaran 4 Bintang Automotive digelar atas kerja sama Bintang Automotive, Ikatan Motor Indonesia (IMI), Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten Batang, dan KEK Industropolis Batang.
Dengan keterlibatan pereli nasional dan mancanegara serta karakter lintasan yang menantang, gelaran tersebut diharapkan bukan hanya melahirkan juara baru di lintasan, tetapi juga memperkenalkan Batang sebagai salah satu destinasi potensial sport tourism di Jawa Tengah. (*)









Tinggalkan Balasan