Laporan: Ratmaningsih

TEMANGGUNG | HARIAN7.COM – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Temanggung mulai menata kekuatan menghadapi pemilu mendatang. Regenerasi kepengurusan dan pemberian ruang lebih besar bagi kader muda menjadi salah satu fokus yang didorong melalui Musyawarah Anak Cabang (Musancab) serentak.

Musancab digelar DPC PKB Kabupaten Temanggung pada Sabtu (12/9/2026) dan dipusatkan di Gedung Balai Desa Sanggrahan, Kecamatan Kranggan.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 785 kader dari 20 kecamatan. Ketua DPW PKB Jawa Tengah Syarif Abdillah dan jajaran pengurus DPC PKB Kabupaten Temanggung turut hadir.

Ketua DPC PKB Kabupaten Temanggung Moh Amin mengatakan, Musancab menjadi momentum untuk melakukan penataan struktur organisasi di tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC).

“Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sidang-sidang untuk menentukan ketua PAC. Salah satu target kami adalah melakukan penataan struktural di seluruh PAC,” ujar Moh Amin.

Kader muda disiapkan isi posisi strategis

Selain pembenahan struktur, PKB Temanggung mulai mengarahkan regenerasi partai dengan memberikan kesempatan lebih besar kepada generasi muda.

Moh Amin mengatakan langkah tersebut disesuaikan dengan karakteristik pemilih pada pemilu mendatang yang menurutnya akan banyak berasal dari generasi milenial.

“Untuk pemilu mendatang pemilih merupakan gen milenial. Untuk itu pengurus DPC dan PAC lebih ke gen milenial yang masih berusia muda,” kata dia.

Menurut Moh Amin, regenerasi tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat organisasi di tingkat internal, tetapi juga menjadi modal politik PKB untuk meningkatkan perolehan kursi legislatif.

Ia menargetkan PKB Temanggung dapat menambah jumlah kursi di lembaga legislatif sekaligus mengembalikan kejayaan partai di daerah tersebut.

“Setiap partai politik pasti mempunyai target untuk memberikan kader terbaiknya di semua level pemerintahan. Begitu juga PKB,” tegasnya.

DPW: Struktur saja tidak cukup

Ketua DPW PKB Jawa Tengah Syarif Abdillah mengapresiasi pelaksanaan Musancab serentak di Temanggung. Menurut dia, komposisi kader yang terdiri dari senior dan generasi muda menjadi modal penting untuk menghadapi agenda politik ke depan.

Syarif mengatakan politik seharusnya tidak semata-mata dipandang sebagai upaya meraih kekuasaan, tetapi juga sebagai ruang pengabdian kepada masyarakat.

“Kader di sini merupakan kombinasi antara senior dan generasi muda. Saya sampaikan bahwa politik merupakan bagian pengabdian,” ujar Syarif.

Menurut dia, setiap kader memiliki kesempatan untuk berkontribusi dalam pelayanan kepada masyarakat sekaligus dipersiapkan menjadi pemimpin di masa depan.

Syarif juga menegaskan, pembenahan struktur organisasi harus diikuti dengan kerja nyata. Penguatan mesin partai, kata dia, tidak akan cukup apabila tidak memberikan dampak yang dirasakan masyarakat.

“Kader-kader kita akan terus bergerak untuk menata pemantapan pemilu. Itu bukan hanya sekadar struktur, tetapi juga kinerja kita kepada masyarakat, dampak yang terlihat,” katanya.

Bidik tambahan kursi, dorong anak muda dan perempuan

Syarif mengatakan DPW dan DPC PKB kini juga mulai mempersiapkan target penambahan kursi pada pemilu mendatang. Namun, target tersebut masih menunggu hasil review dari tingkat pusat hingga daerah.

Di sisi lain, ia menekankan pentingnya membuka ruang yang lebih luas bagi anak muda dan perempuan dalam struktur politik.

“Yang perlu kita catat bahwa anak muda harus diberikan kesempatan. Selain itu juga perempuan. Kita berharap ke depan generasi muda akan menjadi leader di sistem dan struktur politik di Indonesia,” pungkasnya.

Musancab serentak di Temanggung pun menjadi bagian dari konsolidasi internal PKB untuk menyiapkan struktur organisasi sekaligus regenerasi kader. Tantangannya kini bukan hanya membentuk kepengurusan baru, tetapi memastikan kader yang dipilih mampu bekerja dan menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat.