Laporan: Fera Marita 

KABUPATEN SEMARANG, HARIAN7.COM – Rodat Angguk Jami’atul Khoirot merupakan kelompok musik tradisional kebanggaan Dusun Gompyong Desa Cukil, Kec. Tengaran, Kab. Semarang berdiri sejak tahun 1975, grup musik Rodat yang anggotanya didominasi warga paruh baya tersebut sudah malang melintang di berbagai wilayah di Kec. Tengaran.

Penampilan Rodat tersebut berhasi memukau ratusan warga Cukil yang memadati area peresmian jalan beton di kawasan Dusun Gompyong,Kamis(13/8/2026).

Kehadiran musik islami tersebut sebagai penyambut kedatangan Pangdam IV/Diponegoro beserta jajarannya saat meresmikan jalan beton sekaligus menutup secara resmi program TMMD reguler ke 129 Kodim 0714/Salatiga yang sudah berlangsung selama 30 hari.

Karno ( 70 ), warga Dusun Gompyong, mengungkapkan bahwa dirinya sudah mendirikan Rodat Jami’atul Khoirot sejak tahun 1975 silam. Rodag angguk sendiri merupakan kesenian tarian tradisional bernuansa Islam yang memadukan gerak lincah, musik rebana, jidor, serta vokal puji-pujian. Konon seni rodat berakar dari media syiar Islam serta latihan perang laskar Pangeran Diponegoro.

“Saat ini kami memiliki 50an anggota. Kebanyakan anggota kami sudah lanjut usia. Karena anggota kami sifatnya turun temurun. Dulu keluarganya pemain rodat yan anak cucunya jadi pemain rodat,” ungkap Karno.

Karno menambahkan bahwa Rodat Jami’atul Khoirot selalu memakai sholawatan dalam setiap penampilan. Dirinya mengaku untuk acara penutupan TMMD kali ini pihaknya melakukan latihan selama 3 kali dalam 1 minggu.

“Kalau biasanya kita latihan 1 bulan sekali. Tapi kalau mau pentas bisa seminggu 3 kali. Biasanya kita latihan anjang sana jadi ganti-gantian ke rumah setiap anggota,” pungkasnya.(*)