TRUKO, HARIAN7. COM – Ahmad Badar, seorang wiraswasta lokal, memastikan diri kembali bertarung dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkdes) Truko untuk ketiga kalinya. Dengan membawa visi perubahan besar, ia menegaskan misinya kali ini adalah membangkitkan semangat swadaya masyarakat dan membebaskan warga dari kebuntuan aspirasi yang selama ini terjadi akibat kurangnya keterbukaan pihak pemangku kebijakan desa.
Badar mengungkapkan bahwa harga diri dan kesejahteraan warga Desa Truko saat ini sedang dipertaruhkan karena suara serta kebutuhan riil masyarakat kerap diabaikan.
“Ini adalah momentum bagi warga pribumi asli Truko untuk bangkit dan bersatu. Ini soal harga diri kita bersama, agar ke depan aspirasi masyarakat tidak lagi tersumbat dan benar-benar diserap oleh pemerintah desa,” tegas Badar saat diwawancarai di kediamannya, Rabu (21/10).
Motivasi utama pria yang berprofesi sebagai wiraswasta ini kembali maju adalah hancurnya infrastruktur jalan antar-desa dan minimnya perhatian terhadap sektor pendidikan usia dini (PAUD).
Badar menyoroti kondisi jalanan desa yang rusak parah hingga mengganggu aktivitas anak-anak sekolah. Ia berkomitmen tinggi akan menghidupkan kembali tunjangan operasional bagi guru PAUD yang selama ini dinilai sangat minim pembinaan.
Selain infrastruktur, Badar juga mengkritik keras pengelolaan anggaran desa saat ini yang dinilai kurang menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat bawah. Ia menyayangkan apabila anggaran desa yang besar tidak dioptimalkan secara bijak oleh figur kepemimpinan yang berakar di desa setempat.
Badar menyatakan bahwa jika dirinya dipercaya menjadi Lurah, ia akan memastikan alokasi dana desa dikelola transparan untuk kemakmuran warga asli, termasuk menghidupkan kembali kegiatan keagamaan serta tradisi lokal.
Mengenai strategi kepemimpinan dan penyelesaian konflik, Badar menekankan pentingnya asas demokrasi mufakat. Ia berjanji tidak akan mengambil keputusan sepihak demi kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.
“Kunci pertama saya adalah solusi melalui musyawarah mufakat. Keputusan bersama yang kita pakai, bukan kemauan saya sendiri,” tambahnya. Di akhir keterangannya, ia mengimbau seluruh warga Truko untuk menjaga kondusivitas wilayah selama proses Pilkdes berlangsung demi terwujudnya kemajuan bersama yang harmonis.
Tanggapan Warga Truko
Rencana majunya kembali Ahmad Badar memicu berbagai respons dari masyarakat Desa Truko.
Siti(42), salah satu warga Dusun Krajan, mengaku sepakat dengan kritik Badar mengenai kondisi jalan desa. Menurut Siti, jalanan yang berlubang memang sudah bertahun-tahun luput dari perbaikan pemerintah. Ia menyatakan bahwa warga sangat mendambakan jalan yang halus agar anak-anak bisa pergi ke sekolah dengan aman dan nyaman.
Sementara itu, Giman (38), warga lainnya, menanggapi rekam jejak Badar yang sudah tiga kali mencalonkan diri. Budi menilai kegigihan Badar menunjukkan kepedulian yang nyata, namun ia berharap visi “musyawarah mufakat” yang digaungkan Badar benar-benar diterapkan jika nanti terpilih, bukan sekadar janji manis kampanye.(*)









Tinggalkan Balasan