Laporan: Muhamad Nuraeni
KAB.SEMARANG,HARIAN7.COM – Kepala Desa Kebowan, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Jarot Wiyono, berkomitmen melanjutkan program pembangunan desa jika kembali terpilih dalam pemilihan kepala desa (pilkades). Penyediaan air bersih menjadi salah satu program prioritas yang akan terus diperkuat, terutama untuk mengantisipasi kekurangan air saat musim kemarau.
Jarot mengatakan, selama delapan tahun mengabdi sebagai kepala desa, pemerintah desa berupaya menjalankan program dan mengelola anggaran secara baik bersama perangkat desa.
Menurut dia, tata kelola pemerintahan yang baik menjadi fondasi penting agar program pembangunan dapat berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Perjuangan saya dan teman-teman ini menjadi baik dan Desa Kebowan menjadi desa antikorupsi. Ke depan, akan kami pertahankan dan akan kami buat lebih baik,” kata Jarot saat ditemui harian7.com, Rabu (21/10/2026).
Ia menjelaskan, komitmen terhadap tata kelola pemerintahan yang baik tersebut diharapkan dapat mendukung pelaksanaan program di berbagai bidang, mulai dari pemerintahan, pendidikan, hingga sosial kemasyarakatan.
Tujuh dusun sudah memiliki sumber air
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian Jarot adalah pemenuhan kebutuhan air bersih. Sebelumnya, warga Desa Kebowan kerap mengalami kesulitan mendapatkan air, terutama ketika musim kemarau tiba.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah desa telah mengupayakan penyediaan sumber air di tujuh dusun.
“Alhamdulillah, karena ini menjadi program utama saya selaku kepala desa, tujuh dusun sudah mempunyai sumber yang bisa didistribusikan ke rumah-rumah,” ujarnya.
Meski demikian, Jarot mengakui ketersediaan air masih dipengaruhi kondisi cuaca. Saat kemarau, debit air di sejumlah sumber mengalami penurunan.
Karena itu, ia berharap curah hujan segera meningkat sehingga debit air kembali normal dan kebutuhan warga dapat terpenuhi.
Jika kembali dipercaya memimpin Desa Kebowan untuk periode kedua, Jarot berencana melanjutkan pembangunan sarana air bersih. Apabila masih terdapat dusun yang mengalami kekurangan air, pemerintah desa akan berupaya mencari sumber air tambahan.
“Kalau memang nanti di satu dusun atau beberapa dusun masih kekurangan, kami akan berupaya mencari sumber lagi. Di saat kemarau panjang, harapannya masyarakat tidak kekurangan air,” katanya.
Dorong ekonomi melalui fasilitas desa
Selain air bersih, Jarot juga menaruh perhatian pada pembangunan sarana dan prasarana yang dapat menunjang aktivitas ekonomi masyarakat.
Menurut dia, keberadaan fasilitas umum seperti lapangan dan gedung desa tidak hanya berfungsi sebagai tempat berkumpul warga, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk menyelenggarakan kegiatan yang membuka peluang usaha bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ia berharap fasilitas tersebut dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk berjualan, mengikuti kegiatan desa, sekaligus mengembangkan usaha mereka.
“Kami mencoba memperbaiki dan membuat sarana dan prasarana yang menunjang meningkatnya ekonomi masyarakat,” ujar Jarot.
Ia menambahkan, fasilitas yang nyaman dan memadai dapat memberikan kesempatan kepada warga untuk menjalankan aktivitas ekonomi secara lebih produktif.
Jarot berharap pembangunan tersebut mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara bertahap.
Ingin melanjutkan pengabdian
Menjelang pilkades, Jarot menyatakan kesiapannya untuk kembali mengabdi kepada masyarakat Desa Kebowan pada periode kedua.
Ia menilai sejumlah program yang telah berjalan perlu dilanjutkan dan diperbaiki agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.
Baginya, keberlanjutan pembangunan menjadi penting, terutama untuk menjawab persoalan mendasar seperti ketersediaan air bersih saat musim kemarau.
“Insya Allah, untuk ke depan saya akan kembali mengabdi di Desa Kebowan di periode kedua. Sudah ada bukti yang sudah kami lakukan dan ini kami tinggal meneruskan untuk perbaikan-perbaikan,” kata Jarot.
Ia berharap program pembangunan yang berorientasi pada kebutuhan dasar masyarakat dapat terus berjalan, sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi warga.
Dengan demikian, keberlanjutan kepemimpinan desa diharapkan tidak sekadar mempertahankan program yang sudah ada, tetapi juga menghadirkan perbaikan sesuai kebutuhan masyarakat.









Tinggalkan Balasan