Laporan: Muhamad Nuraeni

SALATIGA | HARIAN7.COM – Belajar sains dan teknologi tidak selalu harus dilakukan melalui teori di ruang kelas. Di SMA Sainstek Ahmad Dahlan Salatiga, puluhan siswa diajak mengasah kreativitas dan kemampuan memecahkan masalah melalui permainan konstruktif LEGO yang dikemas dalam konsep pembelajaran berbasis STEM.

Melalui kegiatan International Academic Workshop bertajuk “Exploring LEGO-STEM Based Learning for Creativity, Collaboration, and Problem-Solving Skills”, siswa mendapat pengalaman belajar berbeda dengan melibatkan langsung akademisi internasional dari Belgia.

Workshop tersebut menghadirkan dua profesor, yakni Prof. Ir. An Braeken, PhD dari Vrije Universiteit Brussel dan Prof. Ir. Maarten Dequanter, PhD dari Erasmushogeschool Brussel. Kegiatan berlangsung pukul 09.00 hingga 11.30 WIB dengan melibatkan siswa SMA Sainstek Ahmad Dahlan Salatiga serta perwakilan sejumlah sekolah di Salatiga dan sekitarnya.

Kepala SMA Sainstek Ahmad Dahlan Salatiga, Sutomo, M.Ag mengatakan kegiatan tersebut menjadi langkah sekolah untuk memperluas pengalaman belajar siswa melalui pendekatan pendidikan yang memiliki wawasan global.

“Workshop ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar langsung dari akademisi internasional sekaligus mengenal metode pembelajaran STEM yang mengutamakan kreativitas, kolaborasi, dan pemecahan masalah,” ujar Sutomo melalui keterangan tertulis.

Menurut dia, kegiatan tersebut terselenggara melalui kerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Salatiga.

Sejumlah sekolah turut berpartisipasi, di antaranya ICP Class SMP Muhammadiyah Plus Salatiga, SMP Negeri 1 Salatiga, SMP Negeri 2 Salatiga, SMP Negeri 3 Salatiga, SMP Al-Azhar 18 Salatiga, SMP Muhammadiyah Tahfidz Salatiga, SMPIT Nurul Islam Tengaran, MTs Negeri Salatiga, serta Islamic Green School Salatiga.

Dalam pembelajaran LEGO-STEM, para siswa tidak hanya dituntut membuat sebuah bentuk dari susunan balok LEGO. Mereka juga diajak berpikir bagaimana merancang ide, bekerja dalam kelompok, berdiskusi, hingga mencari solusi dari tantangan yang diberikan.

Metode tersebut membuat proses belajar menjadi lebih aktif karena siswa terlibat langsung dalam proses mencoba, mengevaluasi, dan memperbaiki hasil kerja mereka.

Kehadiran profesor dari Belgia juga menjadi pengalaman tersendiri bagi para peserta. Siswa dapat berinteraksi langsung dengan akademisi luar negeri dan mengenal bagaimana pendekatan pendidikan di tingkat internasional diterapkan.

Antusiasme siswa selama kegiatan mendapat apresiasi dari para tamu undangan maupun perwakilan UIN Salatiga. Bahkan, kedua profesor asal Belgia tersebut mengaku terkesan dengan sambutan dan semangat belajar para peserta.

Sebagai tindak lanjut kegiatan, keduanya berencana mengirimkan paket LEGO untuk mendukung pembelajaran STEM di SMA Sainstek Ahmad Dahlan Salatiga.

Melalui kegiatan ini, SMA Sainstek Ahmad Dahlan Salatiga berharap siswa tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan penting untuk menghadapi tantangan masa depan, seperti berpikir kreatif, mampu bekerja sama, dan menemukan solusi atas berbagai persoalan.(*)