Laporan: Muhamad Nuraeni

KAB.SEMARANG, HARIAN7.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) memperketat pengawasan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mulai dari tahap pendirian hingga siap beroperasi. Pengawasan mencakup kelayakan infrastruktur, higienitas, keamanan pangan hingga kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP).

Salah satu SPPG yang menjadi sampel evaluasi tersebut adalah SPPG Ngreco di Desa Kesongo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang.

Tim Inspektorat Utama BGN melakukan evaluasi terhadap SPPG tersebut pada Jumat (2/10/2026) sore. Evaluasi menjadi bagian dari pemantauan dan pengawasan terhadap standar operasional dapur dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ketua Tim Inspektorat Utama BGN, Yanti Monalisa, mengatakan tim menggunakan sekitar 10 poin pertanyaan dalam melakukan evaluasi.

Menurut Yanti, pemeriksaan antara lain menyangkut penerimaan dan kualitas bahan baku, angka kecukupan gizi serta food cost atau biaya makanan.

“Fokus kami antara lain penerimaan bahan baku. Misalnya, apakah bahan yang datang sesuai dengan jumlah dalam purchase order (PO), kemudian bagaimana penanganannya jika ditemukan bahan yang rusak atau tidak sesuai. Selain itu, kami juga mengevaluasi angka kecukupan gizi dan food cost,” ujar Yanti kepada Harian7.com.

Hasil evaluasi awal terhadap SPPG Ngreco, kata Yanti, cukup baik. Pertanggungjawaban pengelola juga dinilai berjalan dengan baik.

“Alhamdulillah SPPG-nya bagus, pertanggungjawabannya juga bagus. Dari awal kami datang, kami memang meminta dua sampel SPPG di Semarang, satu di Kabupaten Semarang dan satu di Kota Semarang. Dari informasi kepala KPPG, dapur ini menjadi salah satu contoh dapur terbaik, sehingga kami memilih datang ke sini,” katanya.

Pengelola Apresiasi Evaluasi BGN

Kepala SPPG Dapur Ngreco, Desa Kesongo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Farhan Jaliunas, mengapresiasi evaluasi yang dilakukan Inspektorat Utama BGN.

Menurut Farhan, evaluasi tersebut memberikan sejumlah masukan positif bagi pengelola sekaligus menjadi penyemangat untuk terus meningkatkan pelayanan.

“Kami sangat mengapresiasi langkah BGN melalui Inspektorat yang telah memberikan evaluasi kepada kami. Alhamdulillah, mayoritas hasil evaluasi memberikan banyak hal positif, sekaligus menjadi penyemangat bagi kami untuk terus memberikan kontribusi terbaik dalam menjalankan program prioritas negara ini,” ujar Farhan.

Setelah evaluasi, Farhan memastikan pihaknya akan terus memperkuat koordinasi dengan mitra dan yayasan agar pelaksanaan program berjalan semakin baik.

“Kami akan senantiasa menjalin hubungan baik dengan mitra dan yayasan untuk menjalankan program ini lebih baik lagi, sesuai arahan pimpinan BGN, terutama dalam memprioritaskan pelayanan terbaik bagi para penerima manfaat,” katanya.

Sementara itu, Koordinator Kecamatan (Korcam) Tuntang, Mutiara Puspasari, mengatakan dirinya turut melakukan pendampingan saat Inspektorat BGN mengevaluasi SPPG Semarang Tuntang Kesongo 2.

Mutiara menyebut hasil evaluasi berjalan sangat baik dan tidak ditemukan persoalan berarti.

“Hasilnya sangat bagus dan maksimal. Tidak ada temuan-temuan karena dapurnya sudah berjalan sesuai SOP dan arahan dari pimpinan BGN,” ujar Mutiara.

Mutiara mengatakan terdapat enam SPPG di Kecamatan Tuntang. SPPG Semarang Tuntang Kesongo 2 menjadi salah satu SPPG yang dinilai terbaik di wilayah tersebut, dengan jumlah penerima manfaat sekitar 3.000 orang.

Koordinator Wilayah Kabupaten Semarang, Muhammad Romidian Sukma, mengatakan rangkaian evaluasi Inspektorat BGN berjalan lancar.

Menurut dia, beberapa catatan yang disampaikan tim bersifat ringan sehingga dapat langsung ditindaklanjuti.

“Alhamdulillah, kegiatan berjalan lancar. Temuan yang disampaikan sifatnya tidak berat sehingga bisa langsung kami evaluasi. Ke depan, SPPG ini diharapkan bisa menjadi percontohan bagi SPPG lain di Kabupaten Semarang,” katanya.

Muhammad menambahkan, kunjungan Inspektorat BGN tersebut merupakan bagian dari evaluasi di tingkat pusat. Sebelumnya, pengawasan lebih banyak dilakukan melalui monitoring rutin oleh koordinator wilayah dan koordinator kecamatan.