Laporan: Muhamad Nuraeni

KAB.SEMARANG | HARIAN7.COM – Musim kemarau panjang mulai memberikan dampak serius bagi sejumlah wilayah di Kabupaten Semarang. Di Dusun Jagir, Desa Kedungringin, Kecamatan Suruh, warga harus berjuang mendapatkan air bersih setelah sumber air warga mengalami penurunan debit selama hampir dua bulan terakhir.

Kondisi tersebut membuat sejumlah warga bergantung pada bantuan distribusi air bersih dari komunitas sosial. Salah satunya dilakukan oleh Komunitas Sugihan Peduli yang mengirimkan ribuan liter air bersih untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga, Selasa (4/8/2026).

Sejak siang hingga malam hari, suasana di Dusun Jagir dipenuhi antrean warga yang membawa ember, jeriken, hingga wadah penampungan air. Mereka rela menunggu berjam-jam demi mendapatkan pasokan air yang sangat dibutuhkan untuk memasak, minum, dan kebutuhan sanitasi.

Ketua Pelaksana Sugihan Peduli, Iswahyudi Kantong Budi Bejo, mengatakan pengiriman air bersih dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang terdampak kemarau.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada masyarakat yang sedang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Kami melihat langsung bagaimana warga harus berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari karena debit sumur mulai berkurang,” ujar Iswahyudi saat ditemui di lokasi, Selasa malam.

Dalam aksi tersebut, Sugihan Peduli menyalurkan sekitar 9.000 liter air bersih. Distribusi dimulai pukul 15.00 WIB dan baru selesai sekitar pukul 22.00 WIB karena banyaknya warga yang membutuhkan.

“Meski proses penyaluran berlangsung sampai malam, semangat relawan tetap terjaga karena melihat antusias warga yang sangat membutuhkan bantuan ini,” katanya.

Warga Harus Cari Air hingga Sawah

Salah satu warga Dusun Jagir, Nanik, mengatakan krisis air bersih telah dirasakan masyarakat sejak dua bulan terakhir. Sumur-sumur warga tidak lagi mampu mencukupi kebutuhan harian akibat debit air yang terus menyusut.

“Kalau tidak ada kiriman air dari komunitas sosial, warga harus mencari air ke area persawahan atau keluar desa,” ungkap Nanik.

Menurut dia, kondisi tersebut cukup menyulitkan, terutama bagi warga lanjut usia. Bahkan, Sutinah (65), salah seorang warga, harus ikut mengantre hanya untuk mendapatkan satu ember kecil air bersih.

“Kami sangat terbantu dengan adanya bantuan air ini. Setidaknya kebutuhan rumah tangga bisa sedikit terpenuhi,” ujar Nanik.

Bukan Bantuan Pertama

Sebelum Sugihan Peduli datang, bantuan air bersih juga dikirim oleh komunitas lain. Pada Minggu (2/8/2026), Doblongan Care Community (DCC) Sruwen telah menyalurkan bantuan air bersih ke Dusun Jagir.

Jarak tempuh pengiriman mencapai sekitar 15 kilometer menuju lokasi terdampak kekeringan.

Meski sudah beberapa kali mendapat bantuan, kebutuhan air bersih warga Dusun Jagir masih belum sepenuhnya terpenuhi. Warga berharap pemerintah daerah turut memberikan perhatian dan solusi jangka panjang terhadap persoalan tersebut.

Kepala Dusun Jagir, Nur Amin, menyampaikan apresiasi atas kepedulian komunitas yang membantu warganya.

“Kami atas nama warga Dusun Jagir mengucapkan terima kasih kepada Sugihan Peduli. Bantuan air bersih ini sangat berarti bagi masyarakat di tengah kondisi kemarau seperti sekarang,” kata Nur Amin.

Ia berharap gerakan sosial tersebut dapat menjadi inspirasi bagi pihak lain untuk ikut membantu masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih.

Tetap Bergerak Sejak 2019

Sugihan Peduli diketahui telah aktif membantu masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih sejak 2019. Komunitas tersebut masih membuka informasi dari berbagai wilayah yang membutuhkan bantuan distribusi air.

Iswahyudi menegaskan, pihaknya siap bergerak kembali apabila terdapat daerah lain yang mengalami krisis air bersih.

“Kami akan terus memantau wilayah yang membutuhkan bantuan. Selama masih bisa membantu, kami akan berusaha hadir,” ujarnya.

Kolaborasi antara Sugihan Peduli dan komunitas lain seperti DCC Sruwen juga telah beberapa kali dilakukan, termasuk pengiriman bantuan air bersih sebanyak 30 ribu liter untuk sebuah pondok di Kabupaten Grobogan.

Bagi warga Dusun Jagir, bantuan tersebut bukan sekadar kiriman air, melainkan harapan di tengah kemarau panjang yang membuat sumber air mereka semakin sulit diandalkan.(*)