Laporan : Fera Marita
KABUPATEN SEMARANG, HARIAN7.COM – Sejumlah prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas TMMD reguler ke 129 Kodim 0714/Salatiga terlihat tengah berbincang dengan salah satu kontingen lomba tari Keprajuritan pada Selasa ( 11/8/26 ). Lomba tari tingkat SD, SMP dan SMA tingkat Kecamatan Tengaran tersebut digelar di Ruang Terbuka Hijau ( RTH ) Desa Cukil Kec. Tengaran Kab. Semarang. Rombongan berkostum hitam tersebut merupakan salah satu kontingen dari SMPIT Nurul Islam Tengaran.
Bagi SMPIT Nurul Islam, ini merupakan kali pertama pihaknya mengenal tari keprajuritan. Seni tradisional belum pernah diajarkan di lingkup sekolah berbasis agama tersebut.
“Pertama kali anak-anak mengenal tari tradisional khususnya tari Keprajuritan ini. Tentu banyak kesulitan yang dialami anak-anak. Mereka hanya punya waktu 3 minggu untuk mengenal tari tersebut, menyatukan konsep, dan latihan. Apalagi mereka tidak memiliki basic penari, jadi ya memang agak susah,” ungkap Devi Sulistyaningsih, guru pendamping.
Dengan menerjunkan 15 anak kelas 8 dan 9, Dewi berharap sekolahnya bisa menyabet gelar juara. Sementara itu salah seorang siswa SMPIT Nurul Islam, Akmal, menambahkan bahwa dirinya dari awal mengalami sedikit kesulitan saat menghafal gerakan. Pergantian ritme pada beberapa part merupakan kesulitan terbesar yang dialami saat latihan. Namun Akmal optimis dirinya dan teman-temannya akan menyuguhkan tari Keprajuritan terbaik siang nanti.
Sementara itu pihak Satgas TMMD sangat mendukung adanya lomba semacam ini. Ajang semacam ini merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap tari tradisional yang sudah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) di Kabupaten Semarang tersebut.









Tinggalkan Balasan