Tahun ini panitia menyediakan tiga kategori perlombaan, yakni jarak 5 kilometer, 15 kilometer, dan 30 kilometer.

“Konsepnya adalah menyusuri jalur alam pegunungan yang menantang. Selain kompetisi, kami ingin mengenalkan keindahan wisata Merapi dan Merbabu kepada para pelari,” katanya.

Dominasi peserta internasional juga terlihat dari hasil perlombaan. Pelari asal Spanyol, Paula Lopez Forez, berhasil meraih juara pertama kategori 5 kilometer dan 30 kilometer putri.

Paula mengaku terkesan dengan pengalaman berlari di kawasan Merapi Merbabu. Meski rutenya berat, pemandangan alam menjadi motivasi tersendiri untuk menyelesaikan lomba.

“Saya dari Spanyol dan hari ini mengikuti race 30 kilometer dan 5 kilometer. Merapi Merbabu race sangat luar biasa, memiliki banyak pemandangan indah, tetapi juga sangat sulit. Saya menikmati tempat ini dan ingin kembali lagi,” kata Paula.

Sementara itu, bagi pelari lokal, tantangan Merapi Merbabu De Trail menjadi pembuktian kemampuan menghadapi medan ekstrem.

Salah satunya Aisyah Nur Rahmah, pelari asal Kota Magelang yang turun di kategori 15 kilometer. Ia berhasil finis di posisi ketiga dengan catatan waktu 3 jam 47 menit 28 detik.

Aisyah mengatakan, jalur yang harus dilewati cukup menguras tenaga, terutama saat menuju kawasan puncak.

“Track-nya dari basecamp Selo menuju puncak dan turun lagi. Menurut saya bagian paling berat dari pos tiga menuju puncak,” ujarnya.

Bagi Aisyah, Merapi Merbabu De Trail bukan sekadar perlombaan. Ia sudah mengikuti event ini sejak tahun pertama dan merasakan perubahan rute yang membuat tantangan semakin menarik.

“Ini tahun ketiga saya ikut. Antusias teman-teman luar biasa dan saya menikmati rutenya. Tahun ini waktu saya juga lebih baik dibanding sebelumnya,” ucapnya.

Dengan semakin banyaknya peserta internasional, Disporapar Boyolali menargetkan Merapi Merbabu De Trail berkembang menjadi event trail berskala lebih besar.

“Tahun depan kami berharap bisa menghadirkan lebih banyak peserta mancanegara. Kalau tahun ini 14 negara, target kami bisa mencapai 20 negara,” kata Rima.

Merapi Merbabu De Trail 2026 pun membuktikan bahwa jalur pegunungan Selo bukan hanya medan berat bagi pelari, tetapi juga panggung olahraga yang mampu memperkenalkan pesona alam Boyolali ke dunia.(*)