Laporan: Fera Marita
KAB.SEMARANG | HARIAN7.COM – Ratusan bata hebel mulai memperkokoh bangunan rumah Sunarji, warga RT 5 RW 2 Dusun Cukil, Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. Rumah milik Sunarji menjadi salah satu sasaran program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam kegiatan TMMD Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga Tahun Anggaran 2026.
Sebelum mendapat program rehabilitasi, kondisi rumah Sunarji masih berupa bangunan sederhana dengan dinding berbahan kayu. Melalui gotong royong antara warga dan personel Satgas TMMD dari Koramil Bandungan, proses pembangunan kini telah memasuki tahap pemasangan dinding menggunakan bata hebel.
Pemilihan bata hebel sebagai material bangunan bukan tanpa alasan. Material tersebut memiliki bobot ringan sehingga tidak memberikan beban berlebih terhadap struktur bangunan dan pondasi. Selain itu, ukuran yang lebih besar serta bentuk yang presisi membuat proses pemasangan menjadi lebih cepat dan penggunaan perekat lebih efisien.
Bata hebel juga dikenal memiliki kemampuan insulasi panas yang baik, tahan terhadap api, serta lebih tahan terhadap pertumbuhan jamur. Material yang terbuat dari campuran pasir silika, semen, kapur, dan bubuk aluminium ini dinilai sesuai untuk membangun hunian yang lebih nyaman dan kokoh.
Danramil Bandungan Kapten Inf. Abdul Wahab mengatakan, proses pembangunan RTLH milik Sunarji hingga Senin (27/7/2026) masih berjalan sesuai rencana tanpa mengalami kendala berarti.
“Kami optimistis pembangunan rumah ini dapat selesai tepat waktu. Sebelum penutupan TMMD, Pak Sunarji diharapkan sudah bisa menempati rumah yang lebih layak dan nyaman,” ujarnya.
Program rehabilitasi RTLH melalui TMMD menjadi salah satu bentuk kepedulian TNI bersama masyarakat dalam membantu meningkatkan kualitas hunian warga serta memperkuat kemanunggalan antara TNI dan rakyat.









Tinggalkan Balasan