Laporan: Muhamad Nuraeni

KAB.SEMARANG, HARIAN7.COM – Niat mencari tas orang lain, lima remaja di Kabupaten Semarang malah pulang membawa oleh-oleh yang barangkali tidak pernah mereka pesan: luka-luka, perawatan di puskesmas, dan harus berurusan dengan polisi.

Kisahnya bermula pada Jumat (18/9/2026) sekitar pukul 20.00 WIB di Dusun Panggang, Desa/Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Semarang.

Seorang perempuan bernama Eka Wahyuni sedang berkendara sendirian. Tiba-tiba, dua sepeda motor datang memepet.

Bukan hendak bertanya alamat atau sekadar menyapa, dua motor tersebut masing-masing berisi tiga dan dua orang. Mereka diduga hendak menguasai tas milik korban.

“Ada perempuan bernama Eka Wahyuni itu dipepet dua motor begitu, di jalan desa. Satu motor Vario itu berboncengan tiga, satu lagi motor Beat itu berboncengan dua,” kata Kapolsek Kaliwungu Iptu Arie Setia Budhi saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (19/9/2026).

Menurut Arie, para remaja itu diduga berusaha mengambil tas yang berada di samping tangan korban.

“Berusaha kuasai tasnya korban yang di samping tangannya itu loh, biasa kalau perempuan naik kendaraan gitu,” ujarnya.

Masalahnya, korban ternyata tidak memilih diam.

Eka berteriak dan melawan. Teriakan tersebut rupanya menjadi semacam alarm bagi tetangganya yang mengenal korban. Warga kemudian mengejar.

Kejar-kejaran Berujung Motor Tumbang

Para remaja tersebut yang kemungkinan tadinya berharap bisa membawa kabur tas dengan cepat, justru harus berhadapan dengan situasi yang semakin tidak ramah.

Mereka tancap gas. Namun, kecepatan tinggi ternyata tidak selalu menjadi solusi. Salah satu motor yang ditumpangi tiga orang kehilangan kendali hingga terjatuh.

“Pelaku itu mungkin panik kemudian karena kecepatan tinggi enggak bisa mengendalikan lagi terus nabrak itu jatuh, nabrak-nabrak, jatuh, ketimpa motor salah satu pelaku,” kata Arie.

Tiga remaja yang menggunakan Vario merah akhirnya berhasil ditangkap warga.

Di sinilah suasana berubah.

Mereka yang sebelumnya diduga hendak mengambil tas orang lain justru menjadi sasaran amukan massa.

Dalam video yang viral di media sosial, seorang remaja berjaket putih terlihat berlumuran darah ketika diamankan polisi. Bahkan, sejumlah warga masih terlihat memukulnya.

Akun Instagram @infokabarsalatiga juga mengunggah video yang memperlihatkan para remaja tersebut berada di Puskesmas Kaliwungu.

Ada pula keterangan bahwa salah satu sepeda motor yang digunakan mereka dibakar massa.

“Jatuh itu dimassa, yang menggunakan berboncengan tiga menggunakan kendaraan Vario merah itu. Kemudian dimassa, setelah dimassa itu kendaraannya dibakar,” ujar Arie.

Singkatnya, kalau sebelumnya motor dipakai untuk mengejar tas, ujung ceritanya justru motor yang mengejar nasibnya sendiri.

Puskesmas Ikut Jadi Titik Kerumunan

Setelah diamankan, ketiga remaja tersebut dibawa ke Puskesmas Kaliwungu untuk mendapatkan pertolongan medis.

“Para pelaku diamankan baik dari masyarakat, tokoh-tokoh masyarakat dan petugas kami kepolisian yang kemudian dilarikan ke Puskesmas Kaliwungu,” kata Arie.

Salah satu remaja mengalami luka cukup parah. Namun, menurut Arie, kondisinya masih memungkinkan untuk berjalan.

Masalah belum selesai.

Kabar bahwa para remaja tersebut berada di puskesmas dengan cepat menyebar.

Era media sosial memang punya kecepatan sendiri. Belum selesai dokter menangani pasien, warga sudah berdatangan.

“Dalam proses pengobatan itu massa berkumpul karena zamannya sekarang kan medsosnya juga sangat cepat, massa cepat berkumpul,” ujar Arie.

Polisi bersama tokoh pemuda dan tokoh masyarakat akhirnya mengevakuasi para remaja tersebut dari puskesmas ke Mapolres Semarang.

Lima Orang Akhirnya Diamankan

Dua remaja lainnya yang sempat kabur menggunakan motor Beat juga akhirnya berhasil diamankan polisi.

“Sudah diamankan semua, jadi lima pelaku. Itu yang sempat kabur dua orang itu, yang Beat itu, sudah diamankan semua di Polres Semarang,” kata Arie.

Namun, polisi belum serta-merta menyimpulkan seluruh persoalan karena proses penyelidikan masih berlangsung.

Arie menyebut kelima orang tersebut berdasarkan informasi awal masih berusia di bawah umur. Kepastian usia dan peran masing-masing masih didalami penyidik.

“Informasi awalnya (para pelaku) di bawah umur kalau dilihat dari face-nya itu di bawah umur, tapi nanti perkembangan lanjut kan masih dalam proses penyidikan dan penyelidikannya,” ujarnya.

Kelima remaja tersebut disebut berasal dari wilayah Kabupaten Boyolali.

Perkara itu kini ditangani Satreskrim Polres Semarang.

“(Penanganan) oleh Polres, (ditangani oleh) Reskrim, LP-nya (di) Polres,” pungkas Arie.