Laporan: Muhamad Nuraeni
SALATIGA | HARIAN7.COM – Musim kemarau bukan cuma soal panas yang bikin tenggorokan cepat kering. Bagi sebagian warga di Kecamatan Suruh dan Kecamatan Wonosamodro, kemarau berarti harus berpikir lebih keras untuk mendapatkan air bersih.
Kondisi tersebut mendorong Komunitas Jeep Joyo 4X4 bersama JELATA menggelar bakti sosial dengan menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan.
Koordinator kegiatan, Agus Supriyono, mengatakan pengiriman air bersih dilakukan secara bertahap ke sejumlah titik yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari.
“Kami dari komunitas Jeep Joyo 4X4 dan JELATA merasa terketuk hati untuk membantu warga yang terdampak kekeringan. Selama ini mereka sangat kekurangan pasokan air bersih,” kata Agus saat dihubungi harian7.com, Senin (21/9/2026).
Menurut dia, persoalan air bersih bukan sekadar urusan mandi atau mencuci. Sejumlah warga bahkan harus menghemat air sedemikian rupa hingga menahan diri untuk tidak mandi selama beberapa hari.
Untuk kebutuhan minum dan memasak, sebagian warga terpaksa membeli air mineral galon maupun air isi ulang. Pengeluaran tambahan itu tentu menjadi beban tersendiri bagi keluarga.
“Banyak warga yang sangat kekurangan air untuk kebutuhan rumah tangga. Bahkan ada yang sampai menahan tidak mandi berhari-hari,” ujarnya.
“Untuk kebutuhan minum dan memasak, mayoritas masyarakat membeli air mineral galon ataupun isi ulang. Tentunya mereka harus mengeluarkan biaya yang cukup tinggi,” lanjut Agus.
Kondisi yang tak kalah memprihatinkan dialami anak-anak sekolah. Untuk kebutuhan mandi, mereka terkadang harus mengambil air dari sungai yang lokasinya cukup jauh dari permukiman.
Komunitas Joyo 4X4 dan JELATA kemudian menyasar sejumlah wilayah yang mengalami kekeringan. Bantuan air bersih dikirim ke Gillirejo, Wonosamodro, Bandung, Wonosegoro, Kalinanas, Jatilawang serta kawasan Guwo.
Penyaluran juga dilakukan di sejumlah wilayah Kecamatan Suruh, di antaranya Jambe, Dadapayam, Ngroto, Dadapayam, Bulu, Sukorjo, Suruh hingga Pondok, Reksosari.
Selain lokasi tersebut, bantuan air bersih juga menyasar beberapa wilayah lain yang membutuhkan.
Bagi komunitas, bantuan tersebut mungkin hanya berupa air yang dituangkan ke dalam tangki dan kemudian dibagikan kepada warga. Namun bagi masyarakat yang sudah berhari-hari kesulitan mendapatkan air, kedatangan air bersih bisa menjadi kabar yang jauh lebih berarti.
“Kami berharap bantuan ini bisa sedikit meringankan beban masyarakat yang sedang mengalami kekeringan,” kata Agus.(*)









Tinggalkan Balasan