BOYOLALI,HARIAN7.COM – Ribuan jamaah memadati Balai Sidang Mahesa, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (19/9/2026). Mereka datang untuk mengikuti Pengajian Akbar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan menghadirkan dr. Aisah Dahlan sebagai penceramah.

Kegiatan tersebut digelar Pemerintah Kabupaten Boyolali bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Boyolali. Pengajian mengusung tema “Bersama Menguatkan Keluarga Membangun Kabupaten Bermartabat”.

Peserta berasal dari berbagai unsur, mulai dari aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Boyolali, kader PKK dari 22 kecamatan, anggota organisasi wanita, hingga masyarakat umum.

Bupati Boyolali Agus Irawan hadir bersama Ketua TP PKK Kabupaten Boyolali Dita Agus Irawan. Turut hadir jajaran Forkopimda beserta istri, Sekretaris Daerah Kabupaten Boyolali M. Syawalludin, serta kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Boyolali.

Dalam sambutannya, Agus menekankan pentingnya keluarga dalam membentuk karakter anak. Menurut dia, pembangunan daerah tidak hanya berkaitan dengan program pemerintah, tetapi juga dimulai dari lingkungan keluarga.

“Semoga pengajian ini bisa memberikan hikmah, bisa memberikan kemanfaatan bagi kita semuanya, terutama bagaimana kita bisa membangun Kabupaten Boyolali dari tingkat keluarga. Karena kita tahu persis, membentuk karakter anak itu awal mula yang pertama pasti keluarga,” ujar Agus.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada TP PKK yang selama ini dinilai turut mendukung berbagai program Pemkab Boyolali.

Agus berharap sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi PKK dapat terus diperkuat untuk mendukung pembangunan di Kabupaten Boyolali.

Sementara itu, dr. Aisah Dahlan membawakan materi tentang keteladanan akhlak keluarga Nabi Muhammad SAW.

Dokter kelahiran Makassar tersebut juga mengaitkan kehidupan keluarga dengan ilmu neurosains, termasuk dalam membangun keharmonisan rumah tangga dan menerapkan pola pengasuhan anak.

Melalui pengajian tersebut, pesan yang disampaikan tidak hanya berkaitan dengan peringatan Maulid Nabi, tetapi juga bagaimana nilai-nilai keteladanan Rasulullah dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga sehari-hari.(Jar)