Laporan : Fera Marita Editor: Shodiq
KABUPATEN SEMARANG, HARIAN7. COM – Sri Wudyatun, warga Dusun Gompyong, Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, akhirnya bisa bernapas lega setelah rumah papannya yang lapuk dan nyaris ambruk mendapat bantuan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Program bantuan ini merupakan bagian dari TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 yang digelar oleh Kodim 0714/Salatiga Tahun Anggaran 2026.
Sebelum mendapatkan bantuan, ibu rumah tangga yang berstatus janda ini tinggal di sebuah hunian kayu yang kondisinya sangat memprihatinkan. Struktur bangunan yang sudah menua membuat rumah tersebut rawan roboh dan membahayakan keselamatan Sri bersama anak dan cucunya.
Sri mengaku sudah lama mendambakan hunian yang aman dan kokoh. Bahkan, anak Sri sudah mulai mencicil membeli material bangunan berupa batako sejak lima tahun lalu.
Namun, karena keterbatasan ekonomi, material tersebut hanya bertumpuk di sudut pekarangan hingga ditumbuhi lumut, sementara pembangunan rumah tetap menjadi angan-angan.
Kehadiran program TMMD Kodim 0714/Salatiga menjadi titik balik bagi kehidupan keluarga Sri.Material yang terbengkalai bertahun-tahun itu kini akhirnya dapat tersusun menjadi dinding rumah yang kokoh berkat gotong royong personel TNI dan warga setempat.
“Rumah saya sudah puluhan tahun berupa papan dan malah sudah mau ambruk. Sudah lima tahun lalu anak saya nyicil beli batako sedikit demi sedikit, tapi karena kondisi ekonomi, pembangunan rumah masih sebatas angan-angan,” ungkap Sri dengan penuh haru, Selasa (28/7/2026).
Sri menambahkan bahwa tanpa adanya program TMMD ini, impiannya untuk memiliki rumah yang layak huni mungkin tidak akan pernah terwujud.
“Beruntung sekali ada bantuan dari bapak-bapak TNI, jadi rumah ini bisa diperbaiki. Kalau tidak ada bantuan TMMD, mungkin impian kami punya rumah yang kokoh dan aman tidak akan pernah tercapai,” pungkasnya.(*)









Tinggalkan Balasan