BOYOLALI | HARIAN7.COM – Sebuah tanaman liar yang kerap dianggap gulma, sistem pendidikan yang lebih ramah bagi siswa, hingga teknologi pertanian cerdas menjadi deretan gagasan yang mencuri perhatian dalam ajang Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) Pelajar se-Subosukawonosraten 2026.

Berbagai inovasi tersebut lahir dari tangan-tangan kreatif masyarakat dan pelajar yang berupaya menghadirkan solusi atas persoalan di lingkungan sekitar mereka.

Pada kategori umum, penghargaan tertinggi diraih Dalmanto, Turut Raharjo, dan Pitoyo dari Kecamatan Ngemplak melalui inovasi Lisendo. Inovasi ini memanfaatkan enceng gondok sebagai sumber energi listrik untuk penerangan jalan umum.

Gagasan tersebut dinilai tidak hanya menawarkan solusi energi alternatif, tetapi juga membantu mengatasi persoalan pertumbuhan enceng gondok yang selama ini kerap menjadi masalah di sejumlah perairan.

Posisi Juara II ditempati Hari Kristianto dari Kecamatan Banyudono melalui inovasi GABISA atau Gerakan Asesmen Bakat, Identifikasi Style Belajar, dan Aksi Anti-Bullying. Program ini mendorong sekolah lebih mengenali potensi siswa sekaligus membangun lingkungan pendidikan yang aman dari perundungan.

Sementara Juara III diraih Ahmad Pranandito Surya Wijaya, Muhammad Saiful Rizal, dan Zuhad Triatmaja Ahmad dari Kecamatan Boyolali melalui VIRDI (Smart Agriculture). Inovasi tersebut menawarkan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efektivitas sektor pertanian di era digital.

Antusiasme peserta dan pengunjung juga mengantarkan SMP Negeri 1 Selo meraih penghargaan Juara Favorit. Sekolah tersebut menghadirkan JEJAKSARADIGITAL, sebuah platform jejak literasi reflektif berbasis data yang dirancang untuk memperkuat budaya membaca sekaligus membentuk karakter peserta didik.

Tak hanya menjadi ajang kompetisi, Krenova juga menjadi ruang berbagi ide dan inspirasi antarwilayah di kawasan Subosukawonosraten. Semangat itu ditandai dengan penyerahan estafet penyelenggaraan Krenova Pelajar tahun 2027.

Kepala Bapperida Kabupaten Boyolali, Khusnul Hadi, secara simbolis menyerahkan estafet kepada Kepala Bapperida Kabupaten Sukoharjo, Rudiyanto. Dengan penyerahan tersebut, Kabupaten Sukoharjo resmi dipercaya menjadi tuan rumah Krenova Pelajar se-Subosukawonosraten tahun depan.

Ajang ini menjadi bukti bahwa inovasi tidak selalu lahir dari laboratorium besar atau kota-kota metropolitan. Dari sekolah, desa, hingga komunitas lokal, berbagai gagasan terus tumbuh dan menawarkan solusi nyata bagi pembangunan daerah.(Sam)