SEMARANG, HARIAN7.COM – Ribuan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi BEM Semarang Raya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran.

Mahasiswa tersebut mengkritik kondisi ekonomi, sosial, dan tata pemerintahan saat ini di kawasan Jalan Pahlawan Semarang, tepatnya di depan Kompleks Gubernuran dan Kantor DPRD Jawa Tengah, Senin (15/6/2026) sore.

​Aksi yang dimulai dengan longmarch dari bundaran Tugu Muda Semarang menuju Jalan Pahlawan ini sempat membuat arus lalu lintas di pusat Kota Semarang lumpuh total.

Sambil membentangkan spanduk bernada protes seperti turut dibentangkan dalam aksi tersebut. Salah satunya bertuliskan, “Prabowo Bukan Raja, Rakyat Bukan Budak”. serta membakar ban bekas sebagai simbol matinya keadilan sosial.

​Pantauan di lapangan menunjukkan situasi di Jalan Pahlawan sempat memanas sekitar pukul 17.00 WIB akibat kepulan asap hitam pekat dari ban yang dibakar massa.

Petugas kepolisian yang berjaga langsung bergerak cepat memadamkan api, yang sempat memicu ketegangan horizontal dan membuat barisan massa sempat terpecah.

​Meski begitu, mobil komando mahasiswa kembali merapat dan massa berhasil ditenangkan hingga aksi berlanjut dengan tertib di bawah pengawalan ketat aparat gabungan.

Hingga malam hari, mahasiswa bergantian melakukan orasi dan menegaskan akan terus mengawal isu ini jika pemerintah tidak segera memberikan jawaban nyata atas krisis ekonomi dan sosial yang terjadi.

Koordinator aksi Aliansi BEM Semarang Raya, Kevin mengatakan Mahasiswa melakukan aksi demo ini menilai tata kelola pemerintahan saat ini tidak sedang baik-baik saja dan mencekik kehidupan rakyat kecil.

​”Tuntutan hari ini kita singkat jadi pantura dan isinya mencakup tiga aspek krusial yang sedang dihadapi bangsa saat ini,” ujarnya.

Menurutnya, Prosesi pembakaran ban dan simbol-simbol ini adalah tanda bahwasanya mahasiswa sedang marah.

“Kami sudah mencoba melakukan konsolidasi sebelumnya, namun tidak ada tindak lanjut konkret dari pemerintah dan kami turun ke jalan untuk menarik atensi masyarakat bahwa Indonesia sedang tidak baik-baik saja,” jelasnya.