Laporan: Muhamad Nuraeni

SALATIGA | HARIAN7.COM – GOR SMUKI Salatiga selama lima hari ke depan akan menjadi pusat persaingan para pebulu tangkis muda. Lebih dari 400 atlet dari berbagai kelompok usia ambil bagian dalam Kejuaraan Kota (Kejurkot) Bulutangkis Kota Salatiga, sebuah ajang yang tidak hanya memburu gelar juara, tetapi juga menjadi arena pencarian bibit atlet masa depan.

Antusiasme peserta terlihat dari tingginya jumlah atlet yang mengikuti kejuaraan tahunan yang diselenggarakan oleh PBSI Kota Salatiga tersebut. Para peserta berasal dari berbagai klub bulutangkis yang aktif melakukan pembinaan di Kota Salatiga.

Ketua PBSI Kota Salatiga, dr. Vita Olivia, mengatakan Kejurkot tahun ini mempertandingkan 21 nomor pertandingan dari berbagai kategori usia. Salah satu nomor yang paling menyita perhatian adalah Tunggal Taruna Putra (TTA), yang selama ini dikenal sebagai kelas bergengsi karena mempertemukan atlet-atlet muda terbaik di daerah tersebut.

“Peserta yang mengikuti Kejurkot tahun ini lebih dari 400 atlet. Mereka berasal dari berbagai kelompok usia dan seluruhnya sudah terdaftar dalam Sistem Informasi PBSI Kota Salatiga,” kata Vita.

Menurut dia, Kejurkot merupakan bagian penting dari sistem pembinaan atlet yang dilakukan secara berkelanjutan. PBSI Kota Salatiga rutin menggelar kejuaraan ini dua kali dalam setahun sebagai upaya menjaga regenerasi atlet sekaligus mendukung program pembinaan yang dicanangkan PBSI pusat.

Saat ini, terdapat 14 klub bulutangkis aktif di Kota Salatiga yang menjadi tulang punggung pembinaan atlet sejak usia dini hingga remaja.

Tidak hanya menghadirkan pertandingan resmi, panitia juga menggelar fun game yang diikuti anak-anak kelahiran 2012 hingga 2020. Kegiatan tersebut dirancang untuk mengenalkan atmosfer kompetisi kepada atlet usia dini sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap olahraga bulutangkis sejak awal.

Vita berharap Kejurkot mampu melahirkan atlet-atlet baru yang dapat membawa nama Salatiga berprestasi di berbagai level pertandingan.

“Kami berharap dari Kejurkot ini muncul atlet-atlet baru yang mampu berprestasi maksimal, baik di tingkat daerah, nasional, hingga internasional,” ujarnya.

Untuk menjaga kualitas dan profesionalisme pertandingan, PBSI Kota Salatiga menyiapkan 20 wasit bersertifikasi tingkat provinsi yang bertugas memimpin seluruh rangkaian pertandingan selama kejuaraan berlangsung.

Selain itu, Vita mendorong semakin banyak turnamen bulutangkis digelar di Salatiga. Namun, ia menekankan pentingnya rekomendasi dari PBSI dalam setiap penyelenggaraan kejuaraan agar proses pembinaan atlet dapat terpantau dan pelaksanaan kompetisi berjalan sesuai standar.

“Semua kejuaraan sebaiknya mendapatkan rekomendasi PBSI agar terpantau, terukur, dan memiliki standar penyelenggaraan yang baik demi kepentingan atlet maupun penyelenggara,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Olahraga Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Salatiga, Danang Budi Santoso, mengapresiasi konsistensi PBSI Kota Salatiga dalam menyelenggarakan Kejurkot sebagai wadah pembinaan prestasi.

Menurut Danang, keberlangsungan kompetisi seperti Kejurkot menjadi faktor penting dalam menciptakan ekosistem olahraga yang sehat sekaligus membuka peluang lahirnya atlet-atlet potensial dari Salatiga.

“Kami berterima kasih kepada PBSI Kota Salatiga yang terus berkomitmen melakukan pembinaan melalui berbagai kejuaraan. Ini merupakan bentuk kolaborasi yang sangat baik untuk mendorong lahirnya atlet-atlet berprestasi dari Salatiga,” kata Danang.

Melalui Kejurkot ini, Salatiga kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun prestasi olahraga dari level akar rumput. Di tengah ketatnya persaingan, ratusan atlet muda kini memiliki panggung untuk membuktikan kemampuan sekaligus mengukir mimpi menjadi juara di masa depan.