Laporan: Wahono | Kabiro Kedu Raya

WONOSOBO | HARIAN7.COM – Bertahun-tahun Marwito (56) dan keluarganya menjalani hidup dalam keterbatasan. Rumah sederhana yang ditempati di Dusun Dadapgede, Kelurahan Wadaslintang, Kecamatan Wadaslintang, Kabupaten Wonosobo, tak hanya membutuhkan perbaikan, tetapi juga minim fasilitas dasar. Bahkan, keluarga itu harus tidur beralaskan lantai.

Kondisi tersebut kini berubah. Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Wonosobo menyerahkan hasil program bedah rumah yang menjadikan hunian Marwito lebih layak dan nyaman untuk ditinggali.

Yang membuat kisah ini semakin menyentuh, seluruh penghuni rumah tersebut merupakan penyandang disabilitas. Marwito tinggal bersama dua anggota keluarganya, sehingga tiga orang dalam satu rumah itu menghadapi tantangan hidup yang sama setiap hari.

Kapolres Wonosobo AKBP M. Kasim Akbar Bantilan memimpin langsung penyerahan rumah hasil renovasi pada Selasa (23/6/2026), didampingi pejabat utama Polres Wonosobo dan jajaran Polsek Wadaslintang.

Ketua panitia kegiatan, AKP Seno, mengatakan proses bedah rumah telah dimulai sejak 13 Juni 2026. Pengerjaannya melibatkan personel kepolisian, pemerintah desa, dan warga sekitar secara gotong royong.

“Hari ini merupakan momen serah terima kunci sebagai simbol bahwa proses bedah rumah telah selesai dilaksanakan. Ini merupakan bentuk kepedulian Polri bersama masyarakat untuk membantu warga yang membutuhkan,” kata Seno.

Tak hanya memperbaiki rumah, Polres Wonosobo juga menyerahkan bantuan berupa sembako, lemari, meja dan kursi, peralatan memasak, perlengkapan kebersihan, tempat tidur, hingga kasur.

Menurut Seno, bantuan tersebut diberikan agar keluarga penerima manfaat dapat menjalani kehidupan yang lebih layak. Sebelumnya, keterbatasan ekonomi membuat keluarga Marwito belum memiliki sarana rumah tangga yang memadai.

Program sosial ini menjadi salah satu rangkaian peringatan HUT Bhayangkara ke-80 yang digelar Polres Wonosobo. Melalui kegiatan tersebut, Polri ingin menunjukkan kehadiran yang tidak hanya berfokus pada keamanan, tetapi juga menjawab persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.

Di tengah suasana haru penyerahan bantuan, rumah yang kini berdiri lebih kokoh menjadi simbol harapan baru bagi keluarga Marwito. Bagi mereka, bantuan itu bukan sekadar renovasi bangunan, melainkan awal kehidupan yang lebih nyaman setelah bertahun-tahun hidup dalam keterbatasan.