Laporan: Budi Santoso

NGAWI | HARIAN7.COM – Hamparan sawah di Desa Jatirejo, Kecamatan Kasreman, mendadak menjadi pusat perhatian Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Ngawi. Munculnya serangan hama wereng di wilayah Ngawi bagian timur membuat petugas dan petani bergerak cepat sebelum ancaman itu meluas dan mengganggu hasil panen.

Respons cepat itu diwujudkan melalui gerakan pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) secara massal di lahan milik Kelompok Tani Jatisari, Rabu (3/6/2026).

Menariknya, penyemprotan insektisida kali ini tidak lagi mengandalkan cara konvensional, melainkan menggunakan drone sprayer yang terbang di atas areal persawahan.

Teknologi tersebut dinilai mampu mempercepat proses pengendalian hama karena dapat menjangkau lahan yang luas dalam waktu relatif singkat. Selain itu, penggunaan drone juga membantu mengurangi risiko petani terpapar bahan kimia secara langsung saat penyemprotan.

Sekitar 70 petani anggota Poktan Jatisari terlibat dalam kegiatan tersebut. Mereka bersama petugas pertanian berupaya menekan perkembangan Wereng Batang Coklat (WBC) yang berpotensi merusak tanaman padi.

Kepala DKPP Kabupaten Ngawi, Supardi, mengatakan langkah cepat diperlukan agar serangan wereng tidak berkembang menjadi ancaman yang lebih besar bagi sentra produksi padi di wilayah timur Ngawi.

“Saya instruksikan kepada semua PPL agar segera melakukan tinjauan lapang secara berkala terkait serangan hama wereng, khususnya di wilayah Ngawi timur. Terbangkan drone sprayer sesegera mungkin sebagai langkah penanggulangan yang cepat, efektif, dan efisien,” kata Supardi.

Ia meminta para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) terus meningkatkan pemantauan di lapangan untuk mendeteksi sejak dini titik-titik serangan hama.
Menurutnya, kecepatan penanganan menjadi faktor penting untuk mencegah ledakan populasi wereng yang dapat menurunkan produktivitas padi dan merugikan petani.

Melalui kombinasi teknologi pertanian modern dan pengawasan lapangan yang intensif, DKPP berharap serangan wereng dapat dikendalikan sehingga hasil panen petani tetap terjaga dan ketahanan pangan daerah tidak terganggu.