Laporan: Muhamad Nuraeni
SALATIGA|HARIAN7.COM – Saat sebagian besar anak menghabiskan libur sekolah dengan bermain gawai atau berwisata, puluhan anak di RT 05/RW 02 Promasan, Kelurahan Kumpulrejo, Kota Salatiga, justru memilih mengisi waktu dengan berkemah di halaman mushala.
Sebanyak 40 anak mengikuti kegiatan Kemah Ceria 2026 yang digelar di halaman Mushala Al-Istiqomah pada Sabtu-Minggu (27–28/6/2026). Kegiatan ini merupakan kolaborasi Takmir Mushala Al-Istiqomah bersama Karang Taruna “Kawulo Mudho” RT 05/RW 02 Promasan sebagai upaya menghadirkan aktivitas edukatif sekaligus mendekatkan anak-anak dengan lingkungan mushala.
Sejak Sabtu sore, para peserta tampak antusias belajar mendirikan tujuh tenda yang telah disiapkan panitia. Didampingi anggota Karang Taruna, mereka saling bekerja sama memasang tenda sebelum mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan.
Usai salat magrib berjamaah, anak-anak mengikuti mengaji Al-Qur’an, menghafal Sholawat Nariyah, hingga menyiapkan yel-yel kelompok. Malam harinya, setiap kelompok bergantian menampilkan kreativitas melalui yel-yel dan hafalan sholawat.
Ketua Karang Taruna Kawulo Mudho, Yasin, mengatakan pemilihan Sholawat Nariyah bukan tanpa alasan. Menurut dia, panitia ingin membiasakan anak-anak melantunkannya di mushala.
“Kami ingin agar mereka hafal Sholawat Nariyah, sehingga nantinya bisa dilantunkan di mushala setiap habis adzan sambil menunggu imam datang,” ujar Yasin.
Tak hanya tampil berkelompok, sejumlah peserta juga menunjukkan keberanian tampil sendiri dengan membacakan puisi, menari, mengaji, hingga bersholawat.
Suasana semakin semarak dengan penampilan M. Suluh Adibrata, juara pidato asal Salatiga yang pernah membawakan tembang macapat di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), serta dongeng Islami yang disampaikan pendongeng nasional asal Salatiga, Agus Setiawan. Penampilan keduanya turut menarik perhatian warga sekitar yang datang menyaksikan kegiatan tersebut.
Sebelum beristirahat di tenda, peserta mengikuti sesi “jalan-jalan seram” menyusuri jalan kampung yang gelap sebagai latihan keberanian. Anak-anak yang berani diperbolehkan berjalan sendiri, sedangkan peserta lain berjalan berpasangan.
Memasuki hari kedua, kegiatan diawali salat subuh berjamaah, mengaji, menghafal doa harian, dan senam pagi. Selanjutnya, peserta mengikuti pelatihan menyablon kaus menggunakan teknik Direct to Film (DTF). Secara bergantian mereka menempelkan sablon bertuliskan “Kemah Ceria 2026” menggunakan setrika. Kaus tersebut kemudian menjadi cendera mata yang dapat dibawa pulang.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan outbound di Bumi Perkemahan Buana Sakti Salatiga. Beragam permainan kelompok, seperti estafet sarung, memindahkan bola, hingga mencari bola dengan mata tertutup, menghadirkan suasana penuh tawa sekaligus melatih kerja sama antarpeserta.
Inisiator Kemah Ceria, Ahmad Fikri Sabiq, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program berkelanjutan Takmir Mushala Al-Istiqomah dan Karang Taruna untuk membangun kedekatan anak-anak dengan mushala.
Menurut dia, sebelumnya telah rutin digelar berbagai kegiatan seperti mengaji setelah magrib, nonton bareng, jalan sehat dan bermain kasti seusai subuh, hingga bimbingan belajar gratis setiap pekan.
“Rangkaian kegiatan ini kami laksanakan untuk memberikan motivasi agar anak-anak RT 05/02 lebih semangat mengaji, serta membuat hati mereka lebih dekat dengan mushala sejak dini,” kata Fikri kepada harian7.com, Senin (29/6/2026).
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga, pengurus RT, pengurus takmir, para donatur, dan relawan yang telah mendukung terselenggaranya Kemah Ceria 2026 hingga berjalan lancar.(*)









Tinggalkan Balasan