“Untuk kasus tersebut kami dari Satreskrim sudah olah TKP dan juga memeriksa saksi terkait yang mengetahui atau yang menemukan korban pertama kalinya. Dan saat ini kami sedang mencari keberadaan pelaku,” ujar Dika, Jumat (22/5/2026).

Dari hasil pemeriksaan awal, dugaan kecelakaan mulai terpatahkan. Hasil visum menunjukkan adanya tanda kekerasan pada tubuh korban yang diduga berasal dari lebih dari satu jenis benda.

“Dari hasil visum disebut baik dari benda tumpul dan juga ada kekerasan dengan benda tajam,” jelasnya.

Polisi juga mengungkap adanya keterangan saksi yang sempat membuat alur peristiwa terasa janggal. Sebelum korban ditemukan, seseorang disebut sempat memberi tahu warga bahwa temannya mengalami kecelakaan. Namun rasa curiga membuat warga kembali mengecek lokasi.

Saat kembali, korban sudah tidak berada di titik awal dan kemudian ditemukan di area embung.