Dispertan Cilacap Tingkatkan Kompetensi Juleha
Pewarta : Rusmono|Kaperwil Jateng
CILACAP | HARIAN7.COM – Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Cilacap akan melaksanakan pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha) guna memastikan proses penyembelihan hewan sesuai syariat Islam dan standar Aman, Sehat, Utuh, Halal (ASUH). Pelatihan ini diikuti sekitar 25 peserta dari RPH, peternak, dan takmir masjid.
Kepala Dispertan Cilacap, Sigit Widayanto, S.P., M.Si melalui Kepala Bidang (Kabid) Peternakan, Slamet Sugino, S. Pt, M. Pt mengatakan, bahwa kami akan menyelenggarakan pelatihan untuk juru sembelih halal (Juleha), untuk pelatihan penanganan hewan kurban, menyembelih hewan kurban yang baik seperti apa.
“Untuk pelatihan Juleha ada kuota sebanyak 25 orang, dan kita mencoba menghadirkan atau mengundang Takmir Masjid yang belum mendapatkan pelatihan Juleha,” katanya, Rabu (29/04/2026) di kantornya.
Dengan jumlah Kouta 25 orang, lanjut Sugino tentunya sangat terbatas, karena Takmir Masjid di seluruh Kabupaten Cilacap banyak sekali, tentunya ini belum bisa mencukupi untuk semuanya, sehingga kita prioritaskan ada perwakilan dari yang belum pernah mengikuti pelatihan tersebut.
“Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para peserta pelatihan mendapatkan pengetahuan mengenai penangan hewan kurban dan bisa menularkan kepada warga masyarakat yang lain,” ungkapnya.
Sebenarnya ini hal yang ringan, tandasnya contohnya cara merobohkan sapi kurban, kalau tekhnis peternakan itu hal yang ringan, tapi itu menjadi permasalahan besar bagi panitia hewan kurban di masing-masing masjid, manakala ada yang belum bisa atau belum pernah merobohkan sapi kurban. Padahal secara tekhnis itu kan permasalahan yang sederhana, kalau sudah diberi ilmunya.
“Untuk pelatihan Juleha mulai dilaksanakan sekitar tahun 2016, namun tidak setiap tahun diadakan pelatihan. Alhamdulillah, tahun ini ada kuota pelatihan Juleha. Berdasarkan data kami yang suda mengikuti pelatihan Juleha sekitar 1.000 orang lebih baik yang dilatih dinas maupun dari DPD Juleha Kabupaten Cilacap,” jelas Sugino.
Ia menambahkan, bahwa untuk pelaksanaan pelatihan juleha sekarang masih dalam persiapan. Mudah-mudahan, dua atau tiga minggu kedepan sudah dilaksanakan. Yang jelas sebelum hari pelaksanaan kurban, pelatihan itu sudah harus dilaksanakan.
“1.000 orang lebih yang sudah kita latih itu belum mencukupi, karena yang sudah kita latih pun tidak serta merta kita jamin bisa melaksanakan penanganan hewan kurban dengan baik, karena memang porsi pelatihannya juga tidak sampai intensif sekali, pelatihan hanya satu hari, dan pelatihan dasar,” jelasnya.
Selain itu, setiap tahun saat I’dul Adha bidang peternakan dan kesehatan hewan Dispertan Kabupaten Cilacap rutin untuk melakukan pemeriksaan hewan kurban.
“Pemeriksaan hewan kurban ini yang pasti nanti diperiksa pada saat menjelang akan dipotong dan setelah dipotong,” katanya.
Ditambahkan, pada saat menjelang dipotong itu H-1 ataupun H-2 dicek kesehatan hewan kurban, dipastikan ternaknya tidak membawa penyakit membahayakan.
“Setelah dipotong, nanti dicek jeroannya apakah mengandung cacing atau tidak, utamanya pada hati atau paru paru. Kalau mengandung cacing dan membahayakan tidak layak dikonsumsi, kita rekomendasikan untuk dibuang atau dikubur untuk hati dan parunya, tapi kalau untuk dagingnya bisa dikonsumsi,” pungkasnya. (*)













Tinggalkan Balasan