HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Gondola Terombang-ambing Diterjang Angin, Pekerja Pembersih Kaca Tewas di Surabaya Barat

Laporan: Nana

SURABAYA | HARIAN7.COM – Hujan lebat disertai angin kencang yang mengguyur Surabaya Barat, Senin siang, 2 Maret 2026, berujung petaka. Sebuah gondola pembersih kaca di gedung tinggi Ascott Waterplace, kawasan Pakuwon Indah, terombang-ambing hebat sebelum akhirnya menyebabkan satu pekerja tewas.

Laporan darurat diterima petugas pada pukul 14.22 WIB. Tim penyelamat segera dikerahkan untuk melakukan evakuasi di ketinggian. Situasi di lokasi dilaporkan sulit lantaran angin masih berembus kencang saat proses penyelamatan berlangsung.

Baca Juga:  Dibeli Sejak 2009, Tanah Tiba-tiba Hendak Diminta Kembali, Merasa Dirugikan Warga Ngempon Mengadu ke Polisi

Berdasarkan informasi di lapangan, terdapat dua unit gondola yang tengah beroperasi saat cuaca memburuk. Gondola pertama berhasil turun ke lantai dasar dengan dua pekerja dalam kondisi selamat. Namun, gondola kedua yang membawa dua pekerja lainnya tidak seberuntung itu.

Petugas Command Center 112, Ekky Maulana, mengatakan gondola kedua terhenti di lantai 26 setelah terombang-ambing akibat terjangan angin. “Gondola berhenti di lantai 26 karena terhempas angin kencang. Diduga karena guncangan tersebut, satu pekerja terpental keluar,” ujarnya.

Baca Juga:  Kampung Singkong Salatiga: Cetak Rekor LEPRID dengan 2024 Gemblong, Angkat Kuliner Tradisional ke Panggung Nasional

Korban meninggal dunia diketahui bernama Eddy Suparno (51), warga Tambak Wedi Baru. Ia diduga tak mampu bertahan saat gondola bergoyang keras. Sementara rekan kerjanya, Ribut Boediyanto (56), selamat namun mengalami luka-luka dan segera dirujuk ke RS William Booth Surabaya untuk mendapatkan perawatan intensif.

Operasi penyelamatan berlangsung dramatis dan baru dinyatakan selesai pada pukul 17.25 WIB. Dua unit tim rescue dan satu unit dari Pos Wiyung diterjunkan, melibatkan koordinasi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP), BPBD, serta kepolisian setempat.

Baca Juga:  Rutan Salatiga Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2025, Kepala Rutan: Pancasila adalah Jiwa Bangsa

Hingga Senin petang, petugas masih mendalami penyebab pasti insiden tersebut. Penyelidikan difokuskan pada faktor cuaca ekstrem, kelayakan teknis perangkat gondola, serta standar keamanan kerja yang diterapkan saat kejadian berlangsung.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!