Polisi Tetap Berjaga Saat Libur Nataru Menyusut di Kudus
Laporan: Tambah Santoso
KUDUS | HARIAN7.COM – Hiruk-pikuk libur Natal dan Tahun Baru di Kabupaten Kudus belum sepenuhnya reda. Meski puncak liburan telah lewat, arus kunjungan ke sejumlah destinasi wisata masih terasa. Kepolisian pun memilih tidak mengendurkan penjagaan.
Polres Kudus, Polda Jawa Tengah, meningkatkan pengamanan di objek-objek wisata yang tersebar di wilayah kabupaten tersebut. Patroli dialogis dan kegiatan sapa warga menjadi andalan untuk menjaga situasi tetap tertib, sekaligus memberi rasa aman bagi pengunjung yang memanfaatkan sisa libur.
Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo mengatakan seluruh jajaran telah diperintahkan bersiaga di lokasi wisata dan objek vital yang diperkirakan tetap ramai selama libur Nataru.
“Personel kami siagakan di tempat-tempat wisata untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif,” ujar AKBP Heru Dwi Purnomo, Minggu (4/1/2026).
Selain menurunkan personel, kepolisian juga mengingatkan wisatawan agar tidak abai terhadap kesiapan kendaraan. Imbauan ini terutama ditujukan bagi pengunjung yang menuju kawasan wisata di Kecamatan Dawe dan Gebog, yang dikenal memiliki jalur menanjak dan berkelok.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk memastikan kondisi rem, mesin, serta kelayakan kendaraan sebelum berangkat, terutama menuju kawasan wisata pegunungan,” jelasnya.
Sejumlah destinasi menjadi fokus pengamanan, antara lain Wisata Air Logung, Pijar Park, kawasan Rahtawu, serta beberapa objek wisata lain di Kabupaten Kudus. Untuk mengantisipasi kemacetan dan kecelakaan, personel ditempatkan di titik-titik rawan. Tim ganjel ban juga disiagakan di jalur tanjakan.
Kapolres Kudus turut mengingatkan para orang tua agar lebih waspada mengawasi anak-anak, khususnya di wahana air. Pengawasan dinilai penting untuk mencegah kecelakaan di tengah keramaian pengunjung.
“Kami berharap seluruh rangkaian libur Nataru di Kudus dapat berjalan aman tanpa adanya insiden,” tegasnya.
Pengunjung juga diminta menjaga barang bawaan pribadi. Kepolisian menilai lokasi wisata yang ramai kerap rawan pencopetan, penjambretan, hingga penipuan.
“Kami mengajak masyarakat untuk mematuhi aturan dan arahan petugas di lapangan. Jika menemukan potensi gangguan kamtibmas, segera laporkan kepada petugas,” pungkas AKBP Heru Dwi Purnomo.











Tinggalkan Balasan