HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Jembatan Winong Ambrol: Warga Terisolasi, Pemerintah Salatiga Bergerak Cepat

Laporan: Muhamad Nuraeni

SALATIGA | HARIAN7.COM – Derasnya hujan yang mengguyur Kota Salatiga pada Kamis (20/2) siang hingga sore hari membawa petaka bagi warga Dusun Winong. Jembatan sepanjang 40 meter yang menjadi urat nadi penghubung dengan Dusun Banyuputih mendadak ambrol sekitar pukul 16.00 WIB. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, tetapi akses warga lumpuh total.

Baca Juga:  Kapolsek Muntilan Pimpin Upacara Bendera dan Lakukan Binluh Kepada Siswa- Siswi MI Ma'Arif Gunungpring

Langit yang terus mengguyurkan air seolah mengiringi keprihatinan warga. Di tengah genangan air dan reruntuhan jembatan, sejumlah pejabat daerah turun langsung ke lokasi pada Jumat (21/2). Mereka terdiri dari perwakilan Komisi C DPRD Salatiga, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta aparat kepolisian.

Baca Juga:  Alhamdulillah.... 36 Santri Penghafal Al-Qur’an Terima Hadiah dari Pemprov Jateng

Anggota Komisi C DPRD Salatiga, Hartoko Budiono, menegaskan bahwa upaya perbaikan harus segera dilakukan.

“Kami mendorong Pemkot Salatiga untuk bertindak cepat. Jembatan ini adalah akses vital bagi warga Winong dan Banyuputih,” ungkapnya.

Baca Juga:  Kapolda Jateng Kunjungi Ratusan Pengungsi Akibat Erupsi Gunung Merapi

Sementara itu, Kepala DPU-PR Kota Salatiga, Syahdhani Onang Prastowo, menyampaikan langkah-langkah yang telah disiapkan untuk mempercepat proses perbaikan.

Baca Juga:  Jembatan Winong Kecandran Putus Dihantam Derasnya Hujan, Pemkot Salatiga Segera Ambil Tindakan

“Hari ini kami melakukan survei lapangan. Besok pengukuran topografi dilakukan, dan pekan depan desain dasar jembatan baru disiapkan. Kami targetkan pekan depan status bencana bisa ditetapkan sehingga perbaikan bisa segera dimulai,” jelasnya.

Baca Juga:  Gebog Peringati HUT ke-80 RI dengan Jalan Sehat, Ribuan Kupon Undian Ludes Diserbu Warga

Hujan deras yang mengguyur sejak siang menyebabkan debit air sungai meningkat drastis. Aliran deras inilah yang diduga menjadi penyebab utama ambrolnya struktur jembatan. Kini, akses menuju jembatan telah ditutup dan garis polisi dipasang untuk mencegah warga mendekat.

Baca Juga:  Pelantikan 44 Kepala SD Dilakukan Dengan Video Conference

Pemerintah Kota Salatiga berkomitmen untuk memulihkan kembali akses warga. Bagi mereka, jembatan ini bukan sekadar infrastruktur, melainkan denyut kehidupan yang menghubungkan dua dusun. Kini, harapan bertumpu pada kesigapan pemerintah dalam menepati janjinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!