HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Peci Blangkon Muhadi: Kearifan Lokal yang Mendunia

Laporan: Muhamad Nuraeni

TENGARAN | HARIAN7.COM – Ramadan membawa berkah bagi Muhadi (43), perajin peci asal Dusun Krajan, Desa Tengaran, Kabupaten Semarang. Omzet bisnisnya meningkat signifikan berkat produk khasnya, peci blangkon, yang unik dan multifungsi.

Baca Juga:  Aksi Nyata Menuju Keadilan Humanis: Ribuan Klien Bapas Gelar Gerakan Sosial Serentak

Peci hasil karyanya memiliki ciri khas tersendiri dibandingkan peci pada umumnya. “Sudah ada peningkatan order sejak sebelum puasa, naik tiga kali lipat dibanding hari biasa,” ujar Muhadi, Selasa (11/3/2025).

Baca Juga:  Peringati Hari Bela Negara ke-77, Kapolresta Cilacap Tekankan Penguatan Persatuan Bangsa

Muhadi mengungkapkan, menjelang Idul Fitri, permintaan biasanya terus meningkat. “Nanti semakin dekat Idul Fitri, biasanya juga akan bertambah lagi. Beberapa kali saat malam Lebaran atau saat takbiran itu masih bekerja untuk memenuhi pesanan,” katanya.

Baca Juga:  Kekuatan Disiplin! Great Warrior Ukir Prestasi Cemerlang di Kapten Semar

Peci Blangkon: Sentuhan Budaya dalam Produk Religi

Salah satu daya tarik peci blangkon adalah fungsinya yang tidak hanya digunakan untuk beribadah, tetapi juga untuk berbagai kegiatan budaya. “Banyak juga digunakan saat ada reog atau wayang, acara-acara kebudayaan. Meski memang fungsi utamanya adalah dikenakan untuk ibadah,” ujar Muhadi.

Baca Juga:  Jalan Rusak, Warga Desa Pendowo Temanggung Keluhkan Akses Penghubung Antar Desa

Dalam sehari, ia mampu memproduksi 30 peci blangkon. Tahun ini, model dengan warna gelap paling banyak diminati karena dianggap fleksibel untuk dipadukan dengan berbagai pakaian. “Warna tersebut banyak dipilih karena menurut konsumen bisa menyatu dengan pakaian warna apa saja,” paparnya.

Baca Juga:  Virtual Seni Wayang : " Korona Kolo Gendro "

Motif yang dibuatnya juga beragam, mulai dari Gagrak Gedong Songo, Batik Ceplok, hingga berbagai motif batik lainnya, dengan harga berkisar Rp 60.000 hingga Rp 65.000.

Baca Juga:  Persiapan Tol Jogja-Bawen Digeber, Pemprov Jateng Mewanti - wanti Ini

Dari Tengaran Menuju Pasar Global

Keunikan dan kualitas produk Muhadi tidak hanya menarik perhatian konsumen dalam negeri, tetapi juga merambah pasar internasional. “Kita menjual lewat teman yang ada koneksi di sana, tapi kalau untuk pasar Indonesia sudah merata karena juga ada reseller,” ujarnya.

Baca Juga:  Diduga Pengemudi Mengantuk, Toyota Corolla Tabrak Pohon di Salatiga

Berkat lonjakan permintaan, Muhadi kini dapat memberdayakan lebih banyak orang untuk meningkatkan kapasitas produksi. Keberhasilannya membuktikan bahwa produk lokal dengan sentuhan budaya memiliki daya saing tinggi, bahkan hingga ke mancanegara.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!