HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Proyek Kantor Desa Karangampel Disorot, Plafon Jebol Hingga Rumput Menjulang

Laporan: Tambah Santoso

KUDUS | HARIAN7.COM – Bau tak sedap dugaan proyek mangkrak di Desa Karangampel, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, makin tak terbendung. Kantor pemerintahan desa baru yang dibangun dengan dana ratusan juta rupiah kini lebih menyerupai rumah kosong ketimbang pusat pelayanan masyarakat. Plafon jebol, rumput liar menjulang, hingga lampu menyala siang bolong, potret ironis pembangunan desa yang seharusnya pro rakyat.

Kepala Desa Karangampel, Supama, buru-buru menepis tudingan itu. Lewat pesan WhatsApp, Jumat (26/9/2025), ia memastikan kantor desa tetap berfungsi.

“Tidak benar kalau kantor desa dibilang mangkrak. Masih dipakai untuk kegiatan Karang Taruna dan masyarakat. Lebih jelasnya monggo bisa ketemu saya langsung di balaidesa lama,” klaim Supama.

Baca Juga:  HUT KORPRI Ke 54, Luthfi: ASN Harus Jadi Garda Terdepan Bangun Daerah

Namun fakta di lapangan berbicara lain. Pantauan wartawan Harian7.com, kantor desa tampak sepi, nyaris mati suri. Plafon rusak, halaman berubah jadi semak, serta minim aktivitas masyarakat.

Kondisi serupa juga terlihat di kantor BUMDes Karangampel. Bangunan senyap tanpa kegiatan, hanya sesekali didatangi pengelola. Supama bahkan mengakui tak ada pegawai tetap. “Kalau ngantor ya paling dua jam sekali,” ujarnya santai.

Sejumlah warga pun meluapkan kekecewaan. Mereka menilai pembangunan kantor desa baru hanya proyek buang-buang anggaran.

“Balaidesa baru sudah operasional tapi malah enggak ditempati. Setelah kepala desa baru, pindah lagi ke kantor lama. Habis anggaran banyak, malah plafon jebol semua,” keluh seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Baca Juga:  Pelantikan Perangkat Desa Pojok Diwarnai Protes, Warga Desak Kades Bertanggung Jawab

Sorotan makin tajam setelah Ketua LSM Anak Bangsa Pejuang Pancasila, Riyanto, turun tangan. Pada Selasa (23/9/2025), pihaknya resmi melapor ke Inspektorat Kudus. Riyanto menduga ada penyimpangan dalam sejumlah proyek desa.

“Kami minta Inspektorat transparan. Jangan biarkan anggaran rakyat terbuang percuma,” tegasnya.

Camat Kaliwungu, Satria Agus Himawan, mendukung langkah LSM tersebut. “Ya enggak apa-apa, biar jadi pembelajaran kepala desa,” ujarnya.

Meski begitu, ia mengaku belum mendalami kondisi bangunan. “Kantor desa yang baru itu tidak ada kamar mandi dan airnya. Dulu sempat dipakai tapi akhirnya balik lagi ke kantor lama. Kajian seperti apa saya juga belum tahu, mengingat dulu saya belum menjabat sebagai camat,” jelasnya.

Baca Juga:  Kesbangpol Kab.Semarang : Program Pembinaan Ormas Menuju Sukses Pilkada 2020

Kini, sorotan publik tertuju pada Desa Karangampel. Proyek yang digadang-gadang sebagai wajah baru pelayanan masyarakat justru berubah menjadi monumen kemubaziran anggaran. Warga mendesak pemerintah desa berhenti bermain kata-kata dan membuka data secara transparan.

Tanpa langkah serius, kantor desa baru hanya akan menjadi simbol bancakan anggaran, meninggalkan jejak rumput liar—sebuah ironi pembangunan desa yang seharusnya berpihak pada rakyat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!