HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Tekuni Produksi Telur Asin, Kader Kesehatan Desa Ini Selalu Jaga Kebersihan Dan Kualitas Hingga Produk Bisa Bertahan Lama

 Penulis : Ratmaningsih

Kontributor: Temanggung

Riyatmuti (52), warga Gandokan, Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung ketika memproduksi telur asin. 


TEMANGGUNG | HARIAN7.COM – Selain mudah, membuat telur asin ternyata merupakan kegiatan yang bisa menghasilkan rupiah untuk menyokong ekonomi keluarga. Seperti halnya, Riyatmuti (52), warga Gandokan, Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung ini selain aktif menjadi kader kesehatan di desanya dan menekuni pekerjaan menjahit juga memproduksi telur asin sebagai pengisi waktu luang. 

Ketika di sambangi HARIAN7.COM dirumahnya, Minggu (5/11/2023), ibu dua anak ini sedang sibuk mempersiapkan telur yang akan dibuat telur asin.

Baca Juga:  Bupati Temanggung Resmikan Kantor Desa Kerokan, Ini Pesanya

“Dulu sekitar tahun 2008 produksi ini berjalan selama 4 tahun, sekarang mulai lagi karena waktu sudah memungkinkan. Dasarnya saya pernah mengikuti pelatihan membuat telur asin. Apalagi telur sudah ada yang nyetor kesini, jadi saya tidak perlu susah-susah mencari ke peternak,” ujar Muti, panggilan sehari- harinya.

Menurutnya kendala yang paling berarti yaitu mencari telur yang  benar- benar bebek ingon petani bukan bebek yang di ternak sekarang agak susah. Untuk proses produksi bisa memakan waktu 10, jika pelanggan menghendaki bisa sampai 15 hari hingga menghasilkan warna dan tekstur kuning telur yang sempurna.

Baca Juga:  Lakukan Uji Kompetensi BNSP Di Semarang, Ketua TPP Kemendes Temanggung: "Ini upaya meningkatkan kualitas pendampingan Desa"

Untuk jumlah produksinya sendiri  rata – rata perhari menghabiskan telur 50 sampai 60 biji rutin dititipkan ke warung- warung sekitarnya. Namun produksi bisa lebih banyak dari biasanya, semua tergantung dari banyaknya pesanan dari pelanggan. Yang paling penting jangan sampai produk saya mengecewakan pelanggan. Sampai saat ini saya selalu menjaga kebersihan dan kualitas produk. Produk bisa bertahan lama karena telur pilihan.

“Semua demi membantu penghasilan dan persiapan suami hampir purna. Selama ini belum ada bantuan darimanapun sehingga produksi masih terbatas kemampuan modal.  Untuk mengawali produksi dulu saya mencari pelanggan dengan menawarkan ke teman-teman terlebih dahulu, bertahap saya tawarkan ke teman di luar kota juga,” jelasnya panjang lebar.

Baca Juga:  Emas 100 Gram dan Uang 80 Juta Raib Digondol Maling, Dikira Suaminya, Saat Mendekat Korban Dipukul

Harapan saya kan ada sentuhan dari pemerintah, setidaknya ada pembinaan untuk pengusaha kecil seperti saya. Terlebih bilamana ada bantuan modal, akan sangat membantu untuk mengembangkan usaha. Bantuan untuk pemasaran juga sangat saya nantikan, ketika pemasaran lancar dan produksi saya di kenal akan semakin banyak pesanan dan pelanggan bertambah, tidak hanya terbatas kalangan teman saja. Semoga produksi makin meluas dan menjadi rejeki yang berkah barokah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!