HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Usai dipenjara 16 Tahun atas Kasus Penyalahgunaan Narkoba, WNA Asal Iran Akhirnya Dideportasi

Pewarta : Rusmono|Kaperwil Jateng


CILACAP, Harian7.com
– Pria Warga Negara Asing (WNA) asal Iran berinisial VG (38) usai menjalani hukuman selama 16 tahun atas kasus penyalahgunaan narkoba dideportasi pihak Imigrasi Cilacap.

Deportasi WNA tersebut dilaksanakan Jum’at, (16/06/2023) melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta dengan menggunakan pesawat Qatar Airways QZ957 rute Jakarta-Teheran, dan transit di Doha serta Qatar.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Cilacap, Yoga Ananto Putra mengatakan, bahwa VG dideportasi karena melanggar Pasal 75 Ayat (1) Undang-undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Baca Juga:  “Letda Marinir Gadungan” Ditangkap Petugas Yonkav 2/TC Ambarawa

Pasal tersebut berbunyi: Pejabat Imigrasi berwenang melakukan tindakan Administratif Keimigrasian terhadap orang asing yang berada di wilayah Indonesia yang melakukan kegiatan berbahaya dan patut diduga membahayakan keamanan dan ketertiban umum atau tidak menghormati atau tidak menaati peraturan perundang-undangan. 

“VG sebelumnya divonis pidana penjara selama 16 tahun karena melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika sebagaimana dimaksud dalam Pasal 113 (1) Jo (2) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” kata Yoga dalam keterangan tertulis Jumat, (16/6/2023).

Baca Juga:  Ini Yang Dilakukan Sertu Heri Saat Warga Binaanya Dilanda Kekeringan

Ia menambahkan, VG bebas dari Lapas Kelas II A Permisan pada 16 Mei 2023 berdasarkan surat lepas W13.PAS11.PK.02.02-946. Kemudian VG diserahkan ke Kantor Imigrasi Kelas I TPI Cilacap dan didetensi (penahanan) di Ruang Detensi Imigrasi Cilacap sembari menunggu proses pendeportasian. Hingga akhirnya, VG dideportasi ke negara asalnya, Iran pada Jumat, (16/06/2023) pukul 18. 45 WIB. 

Baca Juga:  Sebagai Pahlawan Keluarga, Kakek Penjual Es Cincau Seolah Tak Mengenal Lelah Demi Mengais Rezeki

“Setelah kami melaporkan pendeportasian, keputusan penangkalan lebih lanjut akan diputuskan Direktorat Jenderal Imigrasi dengan melihat dan mempertimbangkan seluruh kasusnya,” pungkasnya. (*) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!