HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Kisah Anggota TNI dan Petani, Persahabatan Tanpa Melihat Perbedaan Kasta

Ungaran,harian7.com – Terlihat seorang petani bernama Ngateman sedang memisahkan bibit padi dari penyemaian di sawah, sementara seorang anggota TNI berpakaian dinas, nampak ikut serta turun ke sawah membantu aktivitas petani di persawahan Dusun Krajan, Desa Kandangan, Kecamatan Bawen,kabupaten Semarang, Senin (18/02/2019).

Anggota TNI tersebut adalah Sertu Heri R bertugas sebagai Bintara Pembina Desa (Babinsa)  Kandangan Koramil 13/Bawen Kodim 0714/Salatiga.

Seperti biasa tugas seorang anggota Babinsa adalah patroli wilayah warga binaanya. Saat melintas di jalan persawahan, ia melihat seorang petani sedang memisahkan bibit padi dari penyemaian.

Baca Juga:  BRI Liga 1 : Berikut Susunan Pemain Persis Solo vs PSIS Semarang

Melihat hal tersebut, spontanitas Sertu Heri lansung menyapa Ngateman lalu turun kesawah untuk membantunya.

Mendapat sapaan , Ngatenan pun tersenyum dan dengan senang hati mempersilahkan Sertu Heri untuk membantunya.

“Apa tidak kotor nanti pakaian dinasnya om,”tanya Ngatenan.

Sembari tersenyum,  Sertu Heri menyahut,”Tidak apa-apa pak,ini sudah menjadi bagian tugas saya selaku Babinsa  untuk memberikan layanan pendampingan kepada petani,”tuturnya.

Suasana keakrabanpun mengalir begitu saja, dua orang ini berbaur tanpa memandang perbedaan kasta kompak memisahkan bibit padi dari penyemaian yang selanjutnya akan segera ditanam pada lahan yang sudah disiapkan.

Baca Juga:  Cuaca Dingin Bikin Mudah Sakit, Itu Mitos atau Fakta, Berikut Penjelasanya?

Obrolan disertai gurauanpun terniang, hingga panas teriknya matahari tak dirasa.
Sebagai pelengkap obrolan mereka sembari memisahkan bibit padi dari penyemaian, Sertu Heri menawarkan sebatang rokok kepada Ngatenan.

“Pak Merokok dulu sebagai obat lelah,”ucap Sertu Heri sembari memasang sebatang rokok di bibir Ngateman dan menyalakan korek api.

Asap rokokpun keluar dan dihempas tiupan angin sepoi di sawah mewarnai candaan dua insan manusia ini.

Baca Juga:  Prihatin Minimnya Pemahaman Hukum , DPC APSI Kota Salatiga Siap Beri Konsultasi Hukum Gratis

Tak terasa pekerjaan merekapun selesai. Seperti halnya sepasang sahabat, keduanya beranjak dari sawah menuju gubuk reot dan segera membersikan tangan dan kaki.

Setelah selesai membersihkan tangan dan kaki, Sertu Heri bergegas memakai sepatu dinasnya.

“Pak saya mohon pamit dulu untuk melanjutkan kewajiban saya patroli,”ucapnya.

Rasa senang bercampur harupun dirasakan oleh Ngateman seorang petani desa yang juga anggota kelompok tani Sido Giat ini. (M.Nur/Pelda Wahyudha YW)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!