Laporan: Shodiq
KAB.SEMARANG, HARIAN7.COM – Persaingan dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak Kabupaten Semarang 2026 di Desa Kenteng, Kecamatan Susukan, menghadirkan pemandangan tak biasa. Kepala desa petahana, M. Mujib, harus berhadapan dengan istrinya sendiri, Esti Robiah, dalam perebutan kursi kepala desa.
Di tengah kontestasi tersebut, Mujib mengaku kembali maju karena masih ingin menuntaskan sejumlah program dan visi misi yang belum terealisasi selama periode kepemimpinannya.
Selain itu, dukungan dan dorongan masyarakat juga menjadi alasan dirinya kembali mencalonkan diri.
“Motivasi utama kami adalah menyelesaikan visi dan misi pada periode sebelumnya yang belum sepenuhnya terlaksana. Sampai sekarang, warga juga masih terus mendorong kami untuk melanjutkan pembangunan di Desa Kenteng,” ujar Mujib saat ditemui, Rabu (4/11/2026).
Terkait persaingannya dengan sang istri, Mujib berharap kontestasi Pilkades kali ini tidak memicu perpecahan di tengah masyarakat. Ia ingin seluruh tahapan pemilihan berjalan kondusif dan hubungan antarwarga tetap terjaga.
Menurut dia, siapa pun yang nantinya mendapatkan amanah masyarakat diharapkan dapat membawa Desa Kenteng menjadi lebih maju, sejahtera, dan harmonis.
Jika kembali terpilih, Mujib menargetkan peningkatan kualitas pelayanan publik dan penguatan keamanan lingkungan. Ia juga ingin memperbaiki sejumlah program yang belum maksimal selama masa kepemimpinannya.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah penerapan prinsip pemerintahan desa yang bersih dan transparan. Sebelumnya, Desa Kenteng pernah ditunjuk oleh pihak kecamatan dan kabupaten untuk mengikuti program Desa Antikorupsi.
Pengalaman tersebut, kata Mujib, akan menjadi bahan evaluasi sekaligus dorongan untuk meningkatkan tata kelola pemerintahan desa.
Di sektor infrastruktur, ia mengakui masih ada pekerjaan rumah yang belum terselesaikan. Pembangunan jalan di dua dusun dinilai belum maksimal karena anggaran dan perhatian pemerintah desa sempat dialihkan untuk kebutuhan pembangunan lainnya.
Selain infrastruktur, Mujib juga ingin mengembangkan potensi ekonomi masyarakat. Desa Kenteng yang memiliki 3.514 pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) itu dinilai mempunyai sejumlah potensi usaha lokal yang bisa dikembangkan.
Beberapa di antaranya adalah industri rumahan pembuatan roti, genteng gepuk, serta sektor pertanian yang selama ini menjadi salah satu penopang perekonomian warga.
Salah satu target yang ingin diwujudkan Mujib adalah menjadikan Desa Kenteng sebagai desa wisata. Pemerintah desa, menurut dia, sebenarnya sudah mengajukan permohonan izin untuk pengembangan konsep tersebut.
Namun, hingga kini pengajuan itu belum mendapatkan giliran karena banyak desa lain di Kabupaten Semarang yang juga mengusulkan program serupa.
“Kami sudah mengajukan izin desa wisata. Namun, mungkin karena banyaknya desa di Kabupaten Semarang yang mengajukan, kami belum mendapat giliran. Ke depan, kami berencana memfasilitasi tempat di Dusun Dua sebagai kawasan utama wisata. Jika izinnya sudah turun, kami akan langsung mengalokasikan dana desa untuk pengembangan ke arah sana,” jelasnya.
Mujib berharap, apabila kembali mendapatkan kepercayaan masyarakat, sejumlah program yang belum terealisasi dapat dilanjutkan, termasuk pengembangan desa wisata yang diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru bagi warga Kenteng.









Tinggalkan Balasan