Laporan : Pujo

BATANG, HARIAN7. COM— Realisasi investasi Jawa Tengah berhasil menembus Rp 72,54 triliun hingga triwulan III 2026. Berkaca dari tren positif ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah optimistis mampu menggenjot dan membidik total realisasi investasi hingga Rp 110 triliun pada akhir tahun 2026.

Capaian hingga Oktober ini telah memenuhi 73,21 persen dari target tahunan yang dipatok sebesar Rp 99,09 triliun. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa sisa waktu menjelang penutupan tahun akan dimaksimalkan untuk menarik modal asing, memperkuat kerja sama internasional, serta membuka lapangan kerja baru.

“Kita optimistis, sebentar lagi ada perusahaan dari Vietnam akan masuk. Beberapa kabupaten/kota juga sudah menjalin kerja sama Business to Business (BtoB), sister province, dan sister city. Kami yakin capaian akhir 2026 bisa menyamai tahun lalu, yaitu Rp 110 triliun,” ujar Ahmad Luthfi usai menghadiri Forum Investasi Jawa Tengah dan Detik Jateng-Jogja Award 2026 di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Jumat (23/10/2026).

Tren investasi di Jateng sepanjang tahun ini tercatat meroket secara berkala. Pada triwulan I, investasi baru menyentuh angka Rp 23 triliun, lalu melonjak signifikan menjadi Rp 59,94 triliun pada akhir semester I, hingga akhirnya mencapai Rp 72,54 triliun pada triwulan III.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan tersebut, Pemprov Jateng terus mengandalkan forum bisnis berskala besar. Salah satu instrumen andalannya adalah Central Java Investment Business Forum (CJIBF) yang diklaim mampu menghasilkan potensi komitmen investasi hingga Rp 19 triliun hanya dalam satu hari.

Selain promosi, kesiapan infrastruktur menjadi kunci. Saat ini, Jawa Tengah telah mengoperasikan tujuh kawasan industri eksisting yang tersebar di Semarang, Demak, Kendal, Batang, dan Brebes. Guna memperluas pusat ekonomi baru, pemerintah daerah kini tengah menyiapkan 12 kawasan industri tambahan.

Luthfi memaparkan, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah saat ini bertengger di angka 5,80 persen, berada di atas rata-rata nasional. “Di tengah ketidakpastian geopolitik dan perang dagang global, Jawa Tengah tetap menjadi tujuan investasi nasional dan internasional yang sangat menjanjikan,” imbuhnya.

Jaminan Keamanan dan Hukum bagi Investor

Merespons masifnya pengembangan kawasan industri, kepastian hukum dan stabilitas keamanan menjadi prioritas utama. TNI dan Polri berkomitmen penuh untuk mengawal seluruh aktivitas penanaman modal dari gangguan eksternal.

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Roy Hardi Siahaan, bersama Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen Sudaryanto, menegaskan akan menindak tegas segala bentuk premanisme dan kejahatan yang meresahkan dunia usaha.

“Kami memberikan jaminan kenyamanan bagi investor dalam maupun luar negeri. Polri dan TNI bersinergi melakukan tindakan tegas terhadap premanisme,” kata Roy.

Sebagai langkah konkret, Polda Jateng berencana membentuk kepolisian sektor (polsek) khusus atau subsektor di dalam kawasan industri. Fasilitas ini akan mempercepat respons terhadap gangguan keamanan, melengkapi layanan pengaduan, serta desk ketenagakerjaan yang sudah berjalan sebelumnya.

Dalam forum yang sama, Ahmad Luthfi turut menerima penghargaan sebagai Figur Akselerator Kemajuan untuk kategori Investasi dan Penguatan Program Strategis Nasional dari detikcom.

Luthfi menyatakan bahwa apresiasi ini menjadi pemicu bagi seluruh jajaran pemerintah daerah untuk bekerja lebih giat. Pemprov Jateng berkomitmen memastikan seluruh komitmen investasi yang masuk segera terealisasi menjadi proyek riil agar berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat luas. (*)