BANYUBIRU,HARIAN7.COM – Desa Kemambang di Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang berhasil mencatatkan prestasi gemilang pada tahun 2026 dengan menaikkan statusnya dari Desa Maju menjadi Desa Mandiri. Keberhasilan ini menjadi fondasi bagi Kepala Desa Kemambang, Heru Susanto, untuk melanjutkan visi misinya dalam memimpin desa pada periode ketiga ini dengan berfokus pada penyelesaian infrastruktur perkebunan, khususnya komoditas kopi.
Saat ditemui pada Jumat (23/10/2026), Heru Susanto mengungkapkan bahwa jabatan kepala desa memiliki prestise tersendiri sekaligus memegang peran krusial dalam menentukan arah kemajuan daerah. Menurutnya, jika seorang kepala desa yang terpilih tidak memiliki niat tulus untuk mengembangkan potensi sumber daya yang ada, hal tersebut dipastikan akan menghambat total roda pembangunan desa.
“Bagaimana saya bisa bermanfaat untuk desa kalau visi dan misinya mandek. Kemajuan desa itu tentunya sangat dipengaruhi oleh unsur kepala desa selaku pemimpin,” ujar Heru Susanto saat menjelaskan motivasinya mengabdi.
Ia mengakui bahwa perubahan regulasi dari Undang-Undang Desa tahun 2014 sempat membawa tantangan tersendiri dan sedikit menghambat beberapa target pembangunan yang telah disesuaikan dengan UUD.
Kendati demikian, Heru tetap berkomitmen mendorong pembangunan fisik di sektor krusial. Pada periode ini, fokus utamanya tertuju pada akses jalan perkebunan karena Desa Kemambang merupakan salah satu sentra penghasil kopi terbesar di Kecamatan Banyubiru.
Heru Susanto juga menjelaskan bahwa program prioritasnya saat ini adalah melanjutkan visi misi periode sebelumnya, terutama penyelesaian infrastruktur perkebunan kopi yang menjadi urat nadi perekonomian warga. Ia menambahkan bahwa program unggulan desa akan terus diarahkan untuk memaksimalkan potensi kopi tersebut agar kesejahteraan masyarakat petani meningkat secara merata.
Menyikapi dinamika Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang digelar setiap delapan tahun sekali sesuai regulasi terbaru, Heru mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas.
Ia menegaskan bahwa perbedaan pilihan politik merupakan hal yang biasa dalam alam demokrasi, namun kerukunan antarlapisan warga tetap menjadi prioritas yang paling luar biasa. Baginya, Pilkades hanyalah agenda konstitusi berkala, sedangkan kekompakan warga adalah jaringan sosial kemasyarakatan yang akan dirasakan selamanya.
“Semboyan dan slogan kita tetap sama, yaitu melanjutkan pembangunan di Desa Kemambang dengan mengutamakan kebersamaan,” tegas Heru menutup pembicaraan.
Sementara itu, peningkatan status desa menjadi Desa Mandiri mendapat tanggapan positif dari warga setempat.
Salah seorang warga Kemambang, budi (42), mengaku sangat merasakan dampak positif dari kepemimpinan Heru Susanto, terutama kemudahan akses jalan yang kini mulai menyentuh area perkebunan kopi.
Warga berharap di bawah kepemimpinan Heru yang berpengalaman, Desa Kemambang tidak hanya mandiri secara status administrasi, tetapi juga mampu menjadi desa percontohan yang makmur dan tetap rukun pasca-kontestasi politik.(*)









Tinggalkan Balasan