BRINGIN,HARIAN7.COM — Mantan Kepala Desa Nyemoh periode 2013–2019 yang juga berprofesi sebagai pengusaha kayu jati bekas, H. Nurkholis, resmi menyatakan kesiapannya untuk kembali bertarung sebagai bakal calon kepala desa (balon kades) Nyemoh periode 2027–2035. Mengandalkan modal pengalaman kepemimpinan masa lalu serta jaringan yang kuat, ia membawa visi besar untuk mewujudkan pemerintahan desa yang bersih, transparan, dan bebas dari praktik korupsi.
Keputusan H. Nurkholis untuk kembali maju dalam kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Nyemoh didasari oleh keinginan kuat untuk membawa perubahan nyata. Setelah sempat menarik diri pada periode sebelumnya demi memberikan kesempatan bagi pergantian kepemimpinan, pada tahun 2026 ini ia merasa terpanggil untuk mengabdi kembali.
Saat dikonfirmasi mengenai motivasinya, H. Nurkholis menegaskan bahwa dirinya ingin membawa Desa Nyemoh menjadi wilayah yang jauh lebih maju, mandiri, sejahtera, serta berakhlak mulia.
“Saya ingin mewujudkan pemerintahan yang jujur, terbuka, dan bebas dari korupsi. Fokus utama saya adalah transparansi dalam menyelenggarakan pemerintahan desa,” ujar H. Nurkholis saat ditemui pada Rabu (21/10/2026).
Selain reformasi birokrasi, Nurcholis juga memaparkan program unggulan yang mencakup aspek infrastruktur, ekonomi, hingga sosial-keagamaan. Ia merencanakan pembangunan infrastruktur yang merata di setiap dusun melalui program Smart Dusun, termasuk perbaikan jalan desa dan pengadaan lampu penerangan jalan.
Untuk sektor ekonomi kerakyatan, ia berjanji akan menghidupkan kembali Badan Usaha Milik Desa (BUMDES), memberikan bantuan modal, serta mengadakan pelatihan bagi pelaku UMKM dan kelompok ternak. Sementara di bidang pendidikan dan sosial, H. Nurkholis menyiapkan program beasiswa bagi anak-anak berprestasi dan anak yatim piatu.
“Untuk kegiatan keagamaan, budaya, dan pemuda, kami akan mendukung penuh fasilitas masjid, mushola, gereja, TPQ, serta Karang Taruna guna menjaga semangat gotong royong dan adat istiadat Desa Nyemoh,” tambahnya.
Jelang pesta demokrasi tingkat desa tersebut, H. Nurkholis mengimbau seluruh lapisan masyarakat dan para pendukungnya untuk tetap menjaga kondusivitas. Ia berharap masyarakat pemilih dapat menjalani proses Pilkades ini dengan damai tanpa ada gesekan atau konflik antarpendukung.
Tanggapan Warga dan Evaluasi Pemerintahan Desa
Rencana kembalinya H. Nurkholis ke panggung politik desa mendapat respons positif dari sejumlah warga setempat. Mereka mengenang masa kepemimpinan Nurcholis pada periode 2013–2019 sebagai masa yang relatif stabil.
Salah seorang warga Desa Nyemoh, Darto(50), menyatakan dukungannya terhadap visi transparansi yang diusung oleh mantan kades tersebut. Menurutnya, kepemimpinan desa saat ini dirasa masih kurang terbuka dan dilingkari isu ketidakjujuran terkait pengelolaan anggaran desa.
“Kami sangat mendambakan pemerintahan desa yang bersih dari korupsi. Jujur saja, untuk pemerintahan yang sekarang, kami melihat masih sarat dengan praktik yang kurang jujur dan kurang transparan,” ungkap Darto.
Warga berharap, siapapun yang terpilih nanti, terutama jika Nurcholis kembali memimpin, tata kelola keuangan desa benar-benar dibuka secara transparan kepada masyarakat agar tidak ada lagi kecurigaan mengenai penyalahgunaan anggaran.(*)









Tinggalkan Balasan