Laporan: Muhamad Nuraeni
SALATIGA,HARIAN7.COM – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) AR-RUM Salatiga mengukuhkan 25 lulusan dari Program Studi D3 Kebidanan dan Sarjana Farmasi dalam Wisuda ke-VIII, Kamis (22/10/2026) di Laras Asri Resort.
Selain meluluskan tenaga kesehatan baru, STIKes AR-RUM mencatat sejumlah capaian akademik dalam satu tahun terakhir, mulai dari reakreditasi dua program studi hingga keberhasilan dosen memperoleh empat hibah dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Ketua STIKes AR-RUM Salatiga, Bdn. Retnaning Muji Lestari, S.ST., M.H., mengatakan, keberhasilan perguruan tinggi tidak hanya ditentukan oleh jumlah lulusan, tetapi juga kualitas pendidikan dan kontribusinya kepada masyarakat.
“Perjalanan perguruan tinggi tidak hanya diukur dari jumlah lulusan, melainkan dari komitmen menjaga mutu pendidikan, membangun karakter, dan memberi manfaat bagi masyarakat,” kata Retnaning.
Dosen Raih Empat Hibah Kementerian
Dalam satu tahun terakhir, STIKes AR-RUM Salatiga telah melaksanakan reakreditasi terhadap dua program studi, yakni D3 Kebidanan dan Sarjana Farmasi. Kedua program studi tersebut memperoleh status terakreditasi.
Di bidang akademik, dosen STIKes AR-RUM juga berhasil memperoleh tiga hibah penelitian dan satu hibah pengabdian kepada masyarakat dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Prestasi turut diraih mahasiswa melalui keberhasilan meraih Juara III dalam lomba esai tingkat nasional.
Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Dampingi Ibu Hamil hingga Masa Nifas
STIKes AR-RUM Salatiga juga memperluas kontribusinya melalui kolaborasi lintas sektor di bidang kesehatan masyarakat.
Program kerja sama tersebut melibatkan Dinas Kesehatan, Bappeda, kelurahan, rumah sakit, serta kader di Kota Salatiga.
Salah satu kegiatan yang dijalankan adalah pendampingan ibu hamil hingga masa nifas. Program ini menjadi bagian dari dukungan terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama dalam peningkatan kesehatan ibu dan anak.
Kolaborasi tersebut sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung program kesehatan masyarakat, tidak hanya melalui pendidikan di lingkungan kampus, tetapi juga melalui keterlibatan langsung di lapangan.
Lulusan Diharapkan Berintegritas dan Humanis
Dalam prosesi wisuda yang dipimpin langsung oleh Retnaning Muji Lestari, para lulusan diingatkan untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan setelah menyelesaikan pendidikan.
Menurut Retnaning, kelulusan merupakan awal bagi para wisudawan untuk mengabdikan ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan.
“Wisuda bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal pengabdian yang sesungguhnya,” ujarnya.
Ia berharap para lulusan mampu menjalankan peran profesional dengan berbekal ilmu pengetahuan, integritas, dan kerendahan hati.
Selain itu, para lulusan diharapkan dapat menjaga nama baik almamater serta menjadi tenaga kesehatan yang berkarakter dan humanis.
Wisuda ke-VIII tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kota Salatiga, perwakilan Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI), Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), jajaran Yayasan Ar-Rum, serta tamu undangan lainnya.
Rangkaian acara meliputi pemberian penghargaan kepada lulusan berprestasi, pembacaan sumpah profesi, penampilan tari oleh unit kegiatan mahasiswa (UKM), serta persembahan lagu dari tamu undangan dan para wisudawan.
Melalui pengukuhan 25 lulusan tersebut, STIKes AR-RUM Salatiga berharap dapat terus meningkatkan mutu pendidikan sekaligus menghasilkan sumber daya manusia di bidang kesehatan yang profesional dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.(*)









Tinggalkan Balasan