KABUPATEN SEMARANG,HARIAN7.COM— Bursa pemilihan kepala desa (Pilkades) Lebak 2026 dipastikan memanas. Petahana Kepala Desa Lebak, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, Iksan Budi Sadmoko, secara resmi menyatakan siap bertarung kembali dengan membawa cetak biru (blueprint) perbaikan total untuk mengatasi kompleksitas persoalan desa yang selama ini mandek.
Iksan secara terbuka membeberkan visi besarnya yang membidik sektor-sektor krusial yang langsung menyentuh hajat hidup masyarakat, seperti pertanian, kepemudaan, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi makro tingkat desa. Ia menegaskan, motivasinya kembali maju adalah memutus rantai masalah sistemik di bidang tersebut dengan solusi yang konkret dan berkelanjutan.
Langkah strategis yang menjadi senjata utama dalam visi misinya kali ini adalah melakukan revolusi ekonomi desa melalui optimalisasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Sektor ini akan dirombak dan diwujudkan lewat perencanaan serta pengelolaan yang jauh lebih matang demi mendongkrak pendapatan asli desa dan kesejahteraan warga.
“Salah satu fokus utama dalam visi misi saya ke depan adalah meningkatkan ekonomi desa secara radikal melalui BUMDes yang dikelola dan di-planning dengan sebaik-baiknya. Kami ingin memastikan sektor pertanian, pemuda, pendidikan, dan ekonomi berjalan beriringan tanpa ada yang tertinggal,” tegas Iksan saat dikonfirmasi, Rabu (21/10/2026).
Sebagai informasi, Iksan sebelumnya menakhodai Desa Lebak sebagai Kades Antar Waktu (PAW) sejak Mei 2023, menggantikan Sujah Rohadi yang mengundurkan diri demi maju ke kursi DPRD Kabupaten Semarang. Pengalamannya menambal sisa masa jabatan selama tiga tahun ini diklaim menjadi modal kuat untuk mengeksekusi visi misi barunya tersebut.
Rencana pencalonan kembali Iksan ini mendapat respons beragam dari masyarakat setempat. Sebagian warga menilai kinerjanya selama tiga tahun terakhir sudah meletakkan fondasi yang baik, terutama dalam komunikasi dengan pemuda dan petani. Namun, warga juga berharap adanya peningkatan nyata pada sektor ekonomi riil di periode berikutnya.
“Selama tigaa tahun ini pelayanan desa sudah cukup bagus dan Pak Iksan sering turun ke sawah mendengar keluhan petani. Tapi kalau beliau maju lagi, kami berharap program BUMDes yang dijanjikan itu benar-benar jalan, bukan cuma rencana, supaya modal desa bisa mutar untuk warga,” kata Ahmad (42), salah seorang warga Dusun Krajan, Desa Lebak.
(Sdq/H7)









Tinggalkan Balasan