PABELAN,HARIAN7.COM – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Giling, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang dipastikan berjalan unik. Kepala Desa petahana, Ahmad Anas Fitriyadi, A.Md. resmi mendaftarkan diri kembali sebagai bakal calon (balon) kades untuk periode ketiga.

Menariknya, hingga batas akhir pendaftaran, 15 Oktober 2026, rival yang akan ia hadapi dalam kontestasi demokrasi tingkat desa ini tidak lain adalah istrinya sendiri, Umi Tarwiyah alias Umiyati.

Ahmad Anas Fitriyadi mengungkapkan bahwa keputusan maju kembali didorong oleh keinginan kuat untuk menuntaskan program kerja yang belum terealisasi pada periode kedua.

“Motivasi saya mencalonkan diri lagi di periode terakhir atau ketiga ini adalah untuk melanjutkan pembangunan. Di periode kedua, masih banyak program di RPJM Desa dan visi-misi saya yang belum terlaksana,” ujar Anas saat ditemui di kediamannya pada Selasa (20/10/2026) siang.

Anas menjelaskan, fokus utamanya pada periode 2027–2035 ini adalah sektor pertanian. Ia menyoroti kondisi unsur hara tanah di Desa Giling yang kian memprihatinkan akibat ketergantungan pada pupuk kimia. Sebagai solusi inovatif, dirinya berencana mendirikan kelompok usaha pembuatan pupuk organik dengan memanfaatkan kotoran hewan, sampah kering, dan gulma lingkungan. Program ini rencananya akan didanai melalui Dana Desa maupun sumbangan pihak ketiga.

Selain masalah pupuk, Anas juga menyoroti krisis irigasi di beberapa wilayah seperti Dusun Baru, Dusun Gondanglegi, dan Dusun Giling. Menurutnya, pasokan air dari sumber mata air Senjoyo saat musim kemarau sangat terbatas karena sistem gilir yang hanya mengalir dua kali seminggu.

“Kami berencana membangun Embung di masing-masing wilayah dusun untuk menampung air. Jadi, saat giliran air tiba, air bisa ditampung di embung dan dialirkan ke lahan pertanian warga,” tambahnya.

Mengenai rivalitasnya dengan sang istri di bilik suara, Anas menanggapinya dengan santai. Ia mengaku keputusan ini diambil karena hingga batas akhir pendaftaran pada 15 Oktober lalu, tidak ada kandidat lain yang mendaftar. Baginya dan sang istri, niat utama mereka adalah sama-sama mengabdi kepada masyarakat Desa Giling, baik di dalam maupun di luar struktur pemerintahan.

Sementara itu, sang istri, Umi Tarwiyah menyatakan kesiapannya untuk mendampingi sekaligus menjadi penantang sehat dalam Pilkades kali ini. Umi menegaskan bahwa keikutsertaannya merupakan wujud dukungan terhadap proses demokrasi di desa agar tidak terjadi kekosongan calon formal. Ia menyerahkan seluruh keputusan akhir kepada penilaian dan hati nurani warga.

“Kami berdua menyerahkan sepenuhnya kepada warga masyarakat untuk memilih siapa, karena itu hak masing-masing. Kami mengimbau warga untuk menghindari kampanye hitam. Gunakan akal pikiran dan hati nurani, sebab setiap calon pasti ada kelebihan dan kekurangannya,” kata Umi Tarwiyah mendampingi suaminya.

Di sisi lain, kepemimpinan Ahmad Anas selama dua periode terakhir mendapat respons positif dari masyarakat setempat. Salah seorang warga Desa Giling, Supardi (45), menilai kinerja Anas selama memimpin tergolong berhasil, terutama dalam keterbukaan komunikasi dan pembangunan infrastruktur dasar. Warga berharap, siapapun yang terpilih nanti baik Anas maupun istrinya program ketahanan pangan dan solusi kekeringan yang direncanakan dapat benar-benar diwujudkan demi kemajuan desa.(*)