DEPOK |HARIAN7 COM — Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok menyambut positif dan mendukung penuh inisiasi Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Depok yang meluncurkan program Satgas Hijau Pesantren. Program ini dinilai sebagai langkah strategis dalam mengurai persoalan sampah daerah berbasis komunitas dan keagamaan.
Kepala DLHK Kota Depok, Reni Siti Nuraeni, mengapresiasi kolaborasi tersebut sebagai wujud nyata keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.
”Pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah semata, tetapi membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk lingkungan pesantren. Kehadiran Satgas Hijau GP Ansor ini menjadi angin segar dan gerakan strategis bagi pengelolaan lingkungan di Kota Depok,” ujar Reni saat memberikan keterangan, Sabtu (26/9/2026).
Turut mendampingi dalam kesempatan tersebut, Kepala Unit Pengolahan Sampah (UPS) Merdeka, Agus Setiawan, menyatakan kesiapannya untuk memberikan pendampingan teknis serta memfasilitasi tata kelola sampah di lingkungan pesantren yang menjadi bagian dari program ini.
Rencana Aksi dan Penguatan Jejaring
Dalam pelaksanaannya, program Satgas Hijau Pesantren mencakup tiga pilar rencana aksi utama:
- Pembentukan Koordinator Kecamatan: Pengangkatan Koordinator Satgas Hijau GP Ansor di 11 kecamatan yang tersebar di seluruh wilayah Kota Depok untuk mengawal implementasi program di tingkat lokal.
- Pilot Project Edukasi: Pembentukan pilot project di satu pesantren per kecamatan sebagai model percontohan tata kelola persampahan mandiri di lingkungan pondok pesantren.
- Pengurangan Beban TPA: Pembentukan jejaring antarpesantren dan lembaga peduli lingkungan guna menekan volume sampah organik maupun anorganik yang terbuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Melalui Program Satgas Hijau Pesantren diharapakan menjadi salah satu gerakan strategis GP Ansor dalam mendorong kepedulian lingkungan sekaligus membangun budaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Kota Depok.









Tinggalkan Balasan