BAWEN,HARIAN7.COM – Komitmen Pemerintah Kabupaten Semarang dalam menghadirkan fasilitas publik yang megah bagi masyarakat resmi dimulai.
Bupati Semarang, H. Ngesti Nugraha, secara resmi melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) sebagai tanda dimulainya pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Bawen di Ngrawan Lor, Kelurahan Bawen, pada Jumat (18/9/2026) pagi.
Proyek strategis ini dibangun di atas lahan pengganti aset Pemkab Semarang yang sebelumnya tergerus proyek nasional jalan tol Yogyakarta – Bawen seksi 6.
Tak tanggung-tanggung, selain RTH, kawasan ini juga akan dilengkapi dengan Kantor Kelurahan Bawen baru dan Gedung Serba Guna yang masuk dalam pengerjaan Paket A.
Momentum bersejarah ini ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Bupati yang diserahkan langsung kepada Direktur Teknik PT Jasa Marga Yogyakarta – Bawen, Radyo Wijoyo Danubroto, dengan disaksikan oleh Wakil Bupati Hj. Nur Arifah beserta jajaran pejabat daerah.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) jalan tol Yogyakarta – Bawen, Muhammad Fajri Nukman, melaporkan bahwa total nilai kontrak untuk pembangunan Paket A ini menembus Rp23,7 miliar.
Proyek ini merupakan bagian dari megaproyek relokasi fasilitas umum yang juga mencakup Paket B senilai Rp15,9 miliar (pembangunan TK Tunas Bhakti 01, SDN 1 Bawen, dan Balai RW), serta Paket C untuk pekerjaan teknis senilai Rp576 juta.
Seluruh rangkaian pembangunan ambisius ini ditargetkan rampung total dalam waktu delapan bulan, tepatnya pada 26 Februari 2027.
Nukman menjelaskan bahwa mekanisme penggantian seluruh fasilitas ini disediakan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Jasa Marga Jogja-Bawen. Ia menambahkan bahwa proses tersebut dilakukan secara transparan melalui mekanisme pengadaan barang dan jasa resmi di lingkungan BUMN.
Mengingat besarnya skala proyek ini, Bupati Semarang mengimbau dan mengajak seluruh lapisan warga sekitar bersama Dinas Pekerjaan Umum (DPU) untuk aktif mengawasi jalannya proses pembangunan. Langkah ini dinilai penting demi memastikan kualitas fisik bangunan tetap terjaga.
“Mari kita kawal bersama. Saya mengajak seluruh warga dan DPU untuk ikut mengawasi proses pembangunan gedung dan fasilitas ini. Tujuannya jelas, untuk memastikan mutu bangunan sesuai ketentuan dan standar karena nantinya Pemkab Semarang akan menerima jadi seluruh hasil pembangunan,” tegas Ngesti Nugraha di lokasi acara, Jumat (18/9/2026).
Bupati juga membocorkan rencana besar Pemkab Semarang untuk mengoptimalkan pemanfaatan kawasan hijau baru ini begitu pembangunannya selesai.
“Kalau RTH ini sudah jadi, rencananya upacara peringatan Hari Jadi Kabupaten Semarang tahun depan akan dilaksanakan di sini,” pungkas Ngesti.(*)









Tinggalkan Balasan