Laporan: Muhamad Nuraeni
SALATIGA | HARIAN7.COM – Sebanyak 75 siswa kelas 2 SDIT Nidaul Hikmah Salatiga mengikuti kegiatan pembelajaran luar sekolah di Wisata Petik Jeruk, Kecandran, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, Rabu (19/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah menghadirkan pembelajaran yang kontekstual, menyenangkan, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Melalui pembelajaran di alam terbuka, siswa tidak hanya memperoleh materi dari ruang kelas, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung melalui kegiatan observasi dan eksplorasi lingkungan.
Dalam kegiatan ini, siswa mempelajari Bahasa Inggris dan Bahasa Jawa dengan tema mengenal berbagai jenis buah. Materi dikemas secara praktik dengan memanfaatkan area perkebunan sebagai sumber belajar.
Para siswa diajak mengenal berbagai tanaman buah, mulai dari jeruk, anggur, jambu air, durian, hingga nangka. Selain memetik jeruk langsung dari pohonnya, mereka juga belajar mengenali bentuk tanaman serta memahami cara merawatnya.
Pembelajaran secara langsung tersebut membantu siswa menghubungkan materi yang dipelajari dengan objek nyata. Mereka dapat memperkaya kosakata Bahasa Inggris dan Bahasa Jawa, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.
Kepala Sekolah SDIT Nidaul Hikmah Salatiga, Dony Prasetyo Nugroho, mengatakan kegiatan pembelajaran luar sekolah menjadi salah satu cara sekolah memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi siswa.
“Kami ingin anak-anak memahami bahwa belajar tidak hanya berlangsung di dalam kelas. Lingkungan sekitar juga dapat menjadi sumber belajar yang sangat kaya. Melalui kegiatan ini, mereka dapat belajar bahasa, mengenal tanaman dan buah, sekaligus mengembangkan rasa ingin tahu, kemandirian, dan kepedulian terhadap lingkungan,” kata Dony kepada Harian7.com.
Menurut Dony, pembelajaran berbasis pengalaman membuat siswa lebih mudah memahami materi karena mereka berhadapan langsung dengan objek yang sedang dipelajari.
“Ketika anak-anak melihat dan mengalami secara langsung, pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan lebih mudah diingat. Mereka tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga belajar berkomunikasi, bekerja sama, dan mengeksplorasi lingkungan sekitar,” ujarnya.
Selain aspek akademik, kegiatan ini juga menjadi sarana membangun kebersamaan antara siswa dan guru. Anak-anak terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan sambil menikmati suasana alam di area perkebunan.
SDIT Nidaul Hikmah Salatiga berkomitmen menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga memberikan pengalaman nyata untuk mendukung perkembangan karakter dan keterampilan siswa.
Dengan menjadikan lingkungan sebagai ruang belajar, sekolah berharap siswa semakin memiliki rasa ingin tahu, mencintai lingkungan, serta memahami bahwa proses belajar dapat berlangsung kapan saja dan di mana saja.









Tinggalkan Balasan