Laporan: Muhamad Nuraeni

SOLO | HARIAN7.COM – Aula Lantai 2 Masjid Raya Sheikh Zayed Solo mendadak dipenuhi ratusan anak dan orang tua, Minggu (2/8). Bukan untuk mengikuti perlombaan, melainkan mencari jawaban penting tentang potensi dan bakat yang mungkin selama ini belum terlihat.

Sebanyak 250 siswa sekolah dasar dari wilayah Solo Raya, bahkan dari Kabupaten Sleman dan Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengikuti kegiatan psikotes gratis pemetaan bakat dan minat anak.

Sejak pagi, para orang tua tampak antusias mengantar buah hati mereka mengikuti rangkaian tes. Mereka berharap hasil pemetaan tersebut dapat membantu memahami karakter, kemampuan, serta arah pendidikan yang paling sesuai bagi anak.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Beehive Tumbuh Ngremboko Salatiga, Masyarakat Vokasi (Mavi), dan Takmir Masjid Raya Sheikh Zayed Solo.

Bagi penyelenggara, psikotes tersebut bukan sekadar mengerjakan soal, melainkan langkah awal untuk membantu keluarga mengenali keunikan setiap anak.

Mewakili jajaran pimpinan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, KH Anas dan Munajat, Ph.D., mengatakan setiap anak memiliki potensi berbeda yang tidak selalu bisa diukur hanya dari nilai akademik.

“Setiap anak adalah pribadi yang unik dengan potensi yang berbeda-beda. Melalui pemetaan yang dilakukan secara ilmiah, orang tua memperoleh gambaran yang lebih objektif sehingga dapat mengarahkan anak sesuai kekuatan dan minatnya,” ujarnya.

Kuota Penuh Sehari, Antusiasme Orang Tua Jadi Sorotan

Tingginya minat masyarakat terlihat sejak pendaftaran dibuka. Kuota 250 peserta langsung terpenuhi hanya dalam waktu satu hari.

Anggit K. Wisuda dari Beehive Tumbuh Ngremboko Salatiga mengaku tidak menyangka respons masyarakat begitu besar.

“Kalau tidak dibatasi, peminatnya pasti jauh lebih banyak lagi,” kata Anggit.

Menurut dia, antusiasme tersebut menunjukkan semakin banyak orang tua yang mulai menyadari bahwa pendidikan anak tidak hanya berbicara tentang nilai rapor, tetapi juga bagaimana menemukan dan mengembangkan potensi yang dimiliki.

“Kami tidak menyangka antusiasme masyarakat sebesar ini. Dukungan orang tua menjadi energi bagi kami untuk terus menghadirkan program-program yang bermanfaat bagi tumbuh kembang anak,” tambahnya.

Hasil Tes Jadi Bekal Pendampingan Anak

Selama kegiatan berlangsung, para peserta mengikuti tahapan psikotes dengan pendampingan tim profesional. Setelah tes selesai, sejumlah orang tua masih bertahan di lokasi untuk berdiskusi mengenai hasil pemetaan dan memahami karakter belajar anak mereka.

Menurut penyelenggara, hasil psikotes diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi orang tua maupun sekolah dalam menentukan pola pendampingan yang tepat.

Sebab, setiap anak memiliki cara berkembang yang berbeda. Ada yang menonjol dalam bidang akademik, kreativitas, kepemimpinan, maupun kemampuan lain yang tidak selalu terlihat di ruang kelas.

Melalui kegiatan tersebut, Beehive Tumbuh Ngremboko Salatiga berharap semakin banyak keluarga memahami pentingnya deteksi dini terhadap bakat dan minat anak.

Sinergi antara lembaga pendidikan, komunitas, dan rumah ibadah ini menjadi contoh bagaimana ruang publik dapat dimanfaatkan untuk menghadirkan layanan yang langsung dirasakan masyarakat.

Ke depan, program serupa diharapkan dapat menjangkau lebih banyak anak agar mereka mampu mengenali potensi terbaiknya sejak usia dini dan tumbuh dengan arah yang lebih sesuai dengan bakat serta cita-citanya.(*)