Laporan : Feta Marita
KABUPATEN SEMARANG,HARIAN7.COM– Kerajinan anyaman bambu penopang industri perikanan tumbuh subur di wilayah Kabupaten Semarang. Di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, aktivitas pembuatan kotak bandeng menjadi pemandangan lumrah yang bisa ditemui hampir di setiap rumah warga.
Salah satu perajin yang setia melakoni profesi ini adalah Busir (63), warga Dusun Gompyong, Desa Cukil. Pria paruh baya yang kesehariannya juga bekerja sebagai pencari rumput pakan ternak ini mampu memproduksi hingga 1.000 kotak bandeng dalam waktu satu minggu.
Dari hasil jerih payahnya tersebut, Busir mengantongi pendapatan sekitar Rp200.000 per minggu. Bagi Busir, nominal tersebut sangat berarti untuk menyambung hidup dan menopang kebutuhan dapur keluarganya.
“Bahan baku papan dan paku semua disediakan oleh pengepul, sedangkan bambunya dari saya sendiri. Tiap satu kotak upahnya Rp200. Seminggu sekali pengepul datang ke rumah untuk mengambil barang. Lumayan untuk tambah-tambah penghasilan,” ujar Busir saat berbincang dengan personel Satgas TMMD yang menyambangi kediamannya, Kamis(23/7/2026).
Desa Cukil saat ini tengah menjadi pusat perhatian karena terpilih sebagai lokasi program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga.
Kehadiran para prajurit TNI di desa ini tidak hanya fokus pada pembangunan fisik seperti betonisasi jalan desa, rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), dan perbaikan musala. Lebih dari itu, program ini berhasil membangun sinergi sosial dan kedekatan humanis yang kuat dengan warga setempat. (*)









Tinggalkan Balasan