Laporan: Muhamad Nuraeni
SALATIGA | HARIAN7.COM – Seorang petugas keamanan atau satpam SPPG Yayasan Cipta Pangan Sejahtera, Sawahan, Kelurahan Kecandran, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, Jawa Tengah, ditemukan meninggal dunia di ruang penjagaan, Sabtu (19/9/2026) pagi.
Korban berinisial S (49) ditemukan dalam posisi duduk di kursi ruang satpam ketika rekan kerjanya datang untuk melakukan pergantian tugas jaga.
Kapolres Salatiga AKBP Jonathan David Harianthono mengatakan, polisi langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan masyarakat dan melakukan pemeriksaan serta olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Setiap informasi yang disampaikan masyarakat merupakan bagian penting dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Kami berkomitmen untuk memberikan respons secara cepat dan melakukan penanganan sesuai dengan kondisi di lapangan,” kata Jonathan.
Peristiwa itu diketahui sekitar pukul 05.45 WIB. Saat tiba di ruang penjagaan, rekan kerja korban sempat mengira S sedang tidur.
Sekitar pukul 06.15 WIB, saksi kemudian berusaha membangunkan korban. Namun, ketika memegang tangan S, saksi mendapati kondisi tangan korban sudah lemas.
Saksi lalu memeriksa denyut nadi korban dan mendapati sudah tidak berdenyut.
Mengetahui kondisi tersebut, saksi menghubungi Ketua RT setempat. Ketua RT bersama sejumlah warga kemudian datang ke lokasi dan melakukan pengecekan.
Setelah memastikan korban sudah meninggal dunia, kejadian tersebut dilaporkan kepada kepolisian.
Polisi Lakukan Pemeriksaan
Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polres Salatiga bersama Polsek Sidomukti mendatangi lokasi.
Petugas dari Piket Fungsi Reskrim, SPKT Polres Salatiga, Piket Reskrim Polsek Sidomukti, Piket Identifikasi, Piket Intelkam, serta personel Polsek Sidomukti melakukan pemeriksaan dan olah TKP.
Sejumlah saksi juga dimintai keterangan untuk mengetahui rangkaian kejadian.
Pemeriksaan medis dilakukan dokter untuk memastikan kondisi korban.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban diduga meninggal dunia karena sakit. Dalam pemeriksaan awal di lokasi, tidak ditemukan informasi yang mengarah pada adanya tindak kekerasan.
Setelah seluruh pemeriksaan selesai, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dibawa ke rumah duka.
Pihak keluarga menyatakan tidak berkenan dilakukan autopsi terhadap jenazah.
Jonathan mengapresiasi masyarakat yang segera melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian.
“Sinergi antara masyarakat dan kepolisian sangat penting. Apabila menemukan kejadian yang membutuhkan kehadiran polisi, segera laporkan melalui kanal resmi kepolisian agar dapat segera kami tindaklanjuti,” pungkasnya.(*)









Tinggalkan Balasan